Kuliner

YOGER, Minuman Yoghurt Bikinan Mahasiswa UGM Berbahan Tanaman Genjer

kuliner, yoger, minuman yoghurt bikinan mahasiswa ugm berbahan tanaman genjer

Produk ini dibuat dengan mengombinasikan olahan susu yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan genjer.

Jakarta: Sebanyak lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan minuman yoghurt berbahan genjer, tanaman yang mudah ditemukan di tempat dengan air dangkal, seperti sawah, sungai, dan rawa serta kerap dikonsumsi sebagai sayuran. Kombinasi dari yoghurt dan genjer dipilih karena kandungannya berguna untuk mencegah dislipidemia serta gangguan pencernaan.

“Produk ini diciptakan dengan tujuan agar dapat menjadi minuman yang membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan serat harian dan melengkapi gaya hidup sehat bagi masyarakat dengan menghadirkan cara baru yang lebih unik dan kreatif sebagai solusi baru untuk mengonsumsi sayuran,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Annisa Nur Wijayanti, dikutip dari laman ugm.ac.id, Kamis, 24 November 2022.

Minuman ini diberi nama YOGER atau Yoghurt Genjer. Produk ini dibuat dengan mengombinasikan olahan susu yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan genjer yang sudah dikeringkan dan diolah menjadi tepung genjer.

Annisa mengembangkan minuman ini bersama rekan setimnya lewat Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Mereka adalah Silvestra Gratiana Tyas Vita Wimasari (FISIPOL), Sinatrya Larasati Putri (Fakultas Peternakan), Abdullah Faedi Rahman (Fakultas Geografi), dan Annisa Citra Gitaswari (FakultasTeknik).

Dia menyebut diperlukan inovasi untuk mengangkat genjer dari segi nilai ekonomi. Meski mudah ditemui, tanaman genjer memang sering dianggap gulma oleh petani.

Annisa mengatakan produk ini menjadi salah satu inovasi pemanfaatan genjer dalam bentuk minuman unik sekaligus menyehatkan. Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, YOGER juga memiliki keunikan pada kemasannya, yakni dilengkapi QR Code untuk edukasi daur ulang kemasan dengan menghadirkan sistem dan edukasi daur ulang kemasan bernama Yo-Recycle!.

“Sistem Yo-Recycle! merupakan suatu sistem daur ulang kemasan yang berisikan edukasi dan tata cara pengumpulan sampah produk YOGER. Sistem Yo-Recycle! terdapat pada kemasan produk YOGER berupa kode QR yang jika dipindai akan berisikan poster sistem Yo-Recycle!,” papar dia.

Annisa menyebut konsumen dapat mengumpulkan kemasan botol YOGER dengan jumlah minimal 10 botol dan mendapatkan suvenir menarik berupa produk YOGER. Harapannya, sistem Yo-Recycle! dapat berfungsi sebagai wadah pengumpulan kemasan botol produk YOGER agar tidak menjadi sampah dan mencemari lingkungan.

Dosen pendamping tim PKM Kewirausahaan YOGER, Fatma Zuhrotun Nisa, menuturkan usaha YOGER memiliki prospek untuk berkembang. Sebab, sangat inovatif yaitu mengangkat sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan namun jarang dikonsumsi atau jarang dikenal masyarakat.

Selain itu, YOGER memiliki rasa yang dapat diterima masyarakat sehingga besar kemungkinan laku di pasar.

“Bahan produksi juga cukup tersedia di daerah tertentu dan produknya mudah dibuat. Hanya saja mungkin perlu proses untuk mengenalkan produk ke masyarakat, seperti melalui iklan ataupun pameran-pameran agar semakin dikenal,” tutur Fatma.