Kuliner

Wisata Lombok Cobek Bakar, Destinasi Kuliner di Lombok Tengah yang Dekat dengan Sirkuit Lantan

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Berbicara kuliner di Nusa Tenggara Barat (NTB) memang tak akan ada habisnya.

Ragam kuliner khas dan unik tersaji bagi penikmat kuliner jika berkunjung.

Seperti yang ada di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Ada menu unik yang bernama “Cobek Bakar”, seperti namanya, semua sajian yang ada di tempat makan tersebut dimasak langsung di atas cobek.

Terlebih lagi lokasinya yang asri berada di tengah hijaunya persawahan akan menambah kesan kentalnya pedesaan NTB.

Ragam menu andalannya akan siap memanjakan lidah, dari mulai ikan bakar dalam cobek, ayam bakar dalam cobek, hingga juga tersedia steak dalam cobek, yang langsung dimasak di atas cobek.

Di warung makan Cobek Bakar juga ada tersaji kelapa bakar yang langsung dipetik sendiri dihalaman resto yang ada. Dan jika ingin, pengunjung juga bisa membakar sendiri kelapa yang dipesan.

kuliner, wisata lombok cobek bakar, destinasi kuliner di lombok tengah yang dekat dengan sirkuit lantan

Wisata Lombok, Cobek Bakar, Makanan Unik di Lombok Tengah Yang Dekat Dengan Sirkuit Lantan (AHMAD WAWAN SUGANDIKA/TribunLombok.com)

Harganya pun terbilang cukup murah, dari kisaran Rp20 ribu hingga Rp5 ribu.

Lokasinya yang dekat dengan pemandian wisata air terjun Benang Setukel dan Benang Kelambu, satu jalur dengan pendakian Rinjani via Aik Berik, hingga searah dengan jalur Sirkuit MXGP Lantan menjadikan restoran Cobek Bakar ini kerap kebanjiran pengunjung.

Kepada TribunLombok.com, Haji Mahnan Indrawantara owner Restoran Cobek Bakar menceritakan awal mula berdirinya.

“Di awal mulanya kita mau bikin seperti biasa, namun ini serba kebetulan, kebetulan saja saya dan teman menemukan resep Cobek Bakar yang saat ini, yang dibuat pertama kali oleh koki utamanya yang juga merupakan keluarga yakni Halimah,” ucap Mahnan menjawab TribunLombok.com, Minggu (27/11/2022).

Konsep Cobek Bakar yang di gunakannya di klaim merupakan yang pertama di NTB.

Di mana saat ini Resto Cobek Bakar sudah berjalan 7 bulan, walaupun baru namun keuntungan yang didapatkan mencapai puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah walaupun baru kita hitung perbulan, rata – rata kita dapat Rp.50 juta sampai Rp. 60 juta untuk kotornya, kalau bersihnya sekira Rp25 juta sampai Rp30 juta,” katanya.

Keuntungan yang didapatkan Mahnan dari Resto Cobek Bakar yang dikelolanya bukan semata – mata tampa perjuangan.

Di mana sebelumnya, walaupun baru berjalan 7 bulan, namun perjuangan untuk menghasilkan modal awal dia tempuh penuh dengan perjuangan.

Hingga sempat berutang, namun keikhlasannya menjalankan sesuatu membuatnya sukses.

Terbukti Mahnan, selain mengelola Resto Cobek Bakar, ia juga menggeluti berbagai bisnis, dari mulai alat bangunan, kerajinan tangan berupa anyaman, hingga dengan Resto Ayam Bakar.

“Memang waktu itu yang penting niat buat saja, awalnya berpikir masak di plosok masak bisa ramai, namun setelah kita berikhtiar hasilnya alhamdulillah ada,” ungkapnya.

Modal memulai usaha kata Mahnan, menurutnya adalah niat awal, jika kuat niatnya maka hasilnya tidak akan mengecewakan.

Bahkan pertama diawal melangkah yang di pikirkannya adalah untuk rugi.

“Namanya kita optimis dirangka awal dibulan pertama harus ada promonya dan belum tentu bisa ramai, dan katanya 5 sampai 6 bulan baru bisa, namun disini 3 sampai 4 hari sampai pada saat lebaran banyak yang mau kesini,” tuturnya.

“Karena kalau kita mau membuka usaha yang paling penting adalah ikhtiar,” lanjutnya.

saat ini berkatnya sudah ada 8 orang karyawan yang di pekerjakannya di Resto Cobek Bakar.

Ia berharap ke depan Resto Cobek Bakar bisa lebih berkembang, terlebih dengan adanya beragam potensi wisata yang mendukung, seperti wisata pemandian air terjun Benang Kelambu dan Benang Setukel, sirkuit MXGP Lantan, hingga jalur pendakian Rinjani via Aik Berik.

Oleh karenanya, Mahnan juga berencana untuk menambah kapasitas berugak yang mulanya saat ini ada 5 akan coba dikembangkan, selain itu juga ia berencana akan membuat homestay untuk mendukung potensi wisata yang ada di daerah tempatnya tinggal.

(*)