Menemukan

Wisata Bebatuan Unik di Pantai Wadu Jao Dompu: Cocok untuk Healing hingga Spot Foto Instagramable

Menemukan, Pengalaman

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina

TRIBUNLOMBOK.COM, DOMPU – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi wilayah pembatas antara Bima dan Kabupaten Sumbawa.

Karena diapit 2 daerah yang memiliki wilayah yang luas, membuat Dompu kerap menjadi daerah singgahan, ketika menempuh perjalanan darat.

Jika ke Kabupaten Dompu, jangan lupa berkunjung ke Pantai Wadu Jao sebagai salah satu alternatif tujuan wisata.

Pantai ini beda dengan pantai lainnya, yang rata-rata mengunggulkan hamparan pasirnya.

Pantai Wadu Jao atau Batu Hijau, memiliki polesan alam yang indah dan alami karena batu-batu yang ada di sepanjang pantai ini, berwarna hijau segar.

Warna hijau pada batu, bukan karena proses pelumutan, tapi warna asli akibat proses alam sehingga berwarna hijau.

“Warnanya memang hijau. Hijau sekali. Jadi pas kita foto, keliatan hijau batunya,” ujar seorang warga Kota Bima, Hidayat setelah berkunjung ke Pantai Wadu Jao.

Tidak heran, Pantai Wadu Jao menjadi pantai paling cantik dan keren jika ingin mengabadikannya dalam foto.

Bahkan beberapa tren belakangan, mulai ada yang menggunakan Pantai Wadu Jao sebagai spot foto prewedding.

Penampakan Bukit Velo Janga pada sisi barat pantai, membuat pantai ini semakin keren.

Warga setempat, juga mulai mengembangkan usaha makan minum di Pantai Wadu Jao.

Cafe dan kedai kopi, dibuat apik dan indah hingga semakin banyak pengunjung di pantai ini.

Hanya dengan merogoh uang Rp 5000 untuk satu kendaraan, maka pengunjung sudah bisa mengakses pantai berpasir coklat ini.

Jarak Pantai Wadu Jao dari pusat kegiatan Kabupaten Dompu, hanya 15 menit menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua.

Sekitar 300 meter sebelum pantai, ada jalan yang masih rusak karena baru dilakukan pengerasan saja.

Setiap tahun, pengunjung Pantai Wadu Jao terus bertambah seiring semakin bagusnya penataan di pantai ini.

Pemerintah Kabupaten Dompu perlu berpikir, untuk segera mengaspal jalan menuju pantai agar denyut ekonomi warga semakin bergairah.

“Sekitar 300 meter yang masih rusak. Lumayan juga kondisinya. Semoga cepat diperbaiki, biar semakin sering ke sana (Pantai Wadu Jao), ” kata Hidayat.

(*)