Otomotif

VIDEO : Kiprah Anjing Pelacak K9 Polri Asal Depok Temukan Korban Gempa Cianjur

Otomotif

WARTAKOTALIVE.COM, CIANJUR – Pencarian jenazah korban longsoran di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur terus dilakukan setelah terjadinya gempa di Cianjur pada Senin (21/11/2022).

Tak hanya melibatkan alat berat dan ratusan relawan untuk mencari korban, Basarnas juga menurunkan anjing pelacak jenazah yang merupakan BKO dari Unit SAR K9 Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkan Mabes Polri yang bermarkas di Kelapa Dua Depok.

Jurnalis Tribunnews Depok berkesempatan menggali lebih jauh kiprah para personel kepolisian dengan anjing pelacak berkualifikasi SAR bersama AKP Muhammad Amali, Kepala Unit SAR K9 Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkan Mabes Polri, pada Minggu (27/11/2022).

Simak Video Berikut :

Pada kesempatan itu AKP M Amali memberikan penjelasan bagaimana proses pembentukan seekor anjing menjadi satwa berkualifikasi sebagai anjing pelacak.

Ia mengatakan bahwa ada lima jenis kualifikasi anjing yang digunakan oleh satwa K9, yaitu deteksi narkoba, deteksi bahan peledak, deteksi narkoba, deteksi peledak, deteksi kriminalitas Dalmas PHH dan SAR.

Sementara itu ada perbedaan kualifikasi anjing pelacak dalam operasi pencarian korban.

Bintara Pawang K9, Bripda Gabriella Tulenan mengatakan bahwa sSaat bencana masih dalam hitungan hari, kurang dari 30 jam, biasanya ada korban hidup yang terperangkap di reruntuhan.

Oleh karena itu anjing pelacak berkualifikasi mencari orang hidup yang diturunkan ke daerah bencana. Bila menurut penilaian Basarnas, fokus pencarian adalah mengevakuasi jenazah, akan diturunkan anjing pelacak berkualifikasi pencari jenazah korban.

Khusus untuk penanganan operasi pencarian jenazah di longsoran Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, tim polisi satwa K9 menemukan jenazah korban