Otomotif

Usai Viral Tukar Badik dengan Motor CRF, Pria di Pinrang Ini Kini Tukar Badik dengan Mobil APV

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG – Kolektor benda pusaka, Muhammad Ikhwan (36) kembali menukarkan badiknya dengan motor matic dan mobil APV berwarna hitam.

Aksi menukar badik dengan mobil APV tersebut pun viral di media sosial.

Dalam video yang diterima Tribun Timur, tampak Ikhwan dan rekan barternya itu bersalaman sembari menyerahkan badik dan surat kendaraan yang ditukar.

“Terjadi barter besar-besaran mobil dengan pusaka antara panglima barter H Syahrir dan Om Ciwang dari Pinrang. 4 buah pusaka dan satu permata dengan mobil APV keluaran 2017. Deal, tanpa ada penyesalan,” kata laki-laki yang merekam aksi barter tersebut.

Diketahui, ini bukan pertama kalinya Muhammad Ikhwan menukarkan badiknya dengan kendaraan mobil.

Ciwang sapaan akrabnya itu juga pernah viral setelah menukarkan badiknya dengan motor CRF dan mobil jeep.

“Setelah hampir beberapa bulan tidak pernah barter lagi, kemarin saya akhirnya melakukan barter 5 badik dengan mobil APV dan motor,” katanya kepada Tribun Timur, Sabtu (19/11/2022).

Ciwang merincikan, untuk 4 badik ia barter dengan mobil APV. Sementaranya untuk motor dibarter dengan satu badik.

“Yang ditukar itu 2 keris, 2 parang dan 1 badik,” ucapnya.

Siapa Muhammad Ikhwan?

Ia warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Ikhwan merupakan pengoleksi benda pusaka yang beragam jenisnya.

Seperti badik, keris, parang dan lainnya.

Saat ditemui di kediamannya, Ikhwan bercerita jika ia sudah beberapa kali menukar badiknya dengan motor hingga mobil.

“Pertama kali itu saya tukar badik lu’wu dengan motor honda scoopy tahun 2022. Kalau dirupiahkan itu lebih dari Rp15 juta,” kata Ikhwan kepada�Tribun-Timur.com, Kamis (3/3/2022).

Kemudian tahun 2021, ia kembali menukarkan badiknya dengan mobil jeep suzuki katana.

Untuk mobil jeep tersebut, Ikhwan menukarkannya dengan dua badik.

Yakni badik jenis lu’wu dan gecong.

“Kalau dirupiahkan sekitar Rp50 juta,” ucapnya.

Masih di tahun yang sama, Ikhwan kembali menukarkan badiknya dengan motor Suzuki spin.

“Saya tukar dengan badik towasi dengan mahar Rp5 juta,” tambahnya.

Terkahir, Ikhwan menukar motor CRF dengan badik lu’wu.

“Kalau dirupiahkan sekitar Rp35 juta,” bebernya.

Saat ditanya, mengapa badiknya mempunyai harga berbeda-beda, Ikhwan mengatakan jika itu tergantung dari ciri khas badik itu sendiri.

“Dilihat dari bahan dan juga segi model. Ada juga model yg sama, tapi punya ciri khas berbeda,” jawabnya.

Orang-orang yang menukarkan kendaraan dengan badik Ikhwan ini adalah orang-orang yang juga pengeloksi badik.

Jadi, mereka mengerti nilai seni dari badik itu sendiri.

“Jadi pasti banyak yang bertanya-tanya, bilang kenapa bisa badik di tukar dengan motor atau mobil. Jadi, memang yang saya temani tukar itu sudah mengerti atau paham betul berapa harga badiknya. Jadi kesepakatan bersama,” jelasnya.

Ikhwan menuturkan, jika orang awam mungkin sulit untuk percaya.

“Memang kalau orang awam pasti sulit percaya dan mengarahkan ke mistis-mistis. Padahal tidak ada seperti itu, kami sebagai pengoleksi benda pusaka pasti paham mana badik yang bisa dihargai dengan mahal dan mana yang harganya biasa-biasa saja,” terangnya.

Dikatakan, semua komponen dari badik, keris, atau parang itu memiliki nilai jual.

Mulai dari hulu atau gagangnya, timpo dan isinya.

“Dilihat dulu dari hulunya terbuat dari apa. Kemudian timponya terbuat dari perak atau emas. Terakhir kita lihat isinya. Nah semuanya itu punya nilai jual yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ikhwan menuturkan jika ia sudah menekuni hobinya sebagai pengoleksi benda pusaka ini sejak tahun 2015.

“Sekitar tujuh tahun yang lalu. Tapi, 5 tahun belakangan ini baru aktif sekali,” ucapnya.

Untuk menunjang hobinya tersebut, Ikhwan masuk di Komunitas Pusaka Bumi Lasinrang.

“Lewat komunitas ini, kami mengikuti pameran juga hadir di acara adat. Seperti pembersihan benda-benda pusaka,” imbuhnya.

Laporan wartawan Tribunpinrang.com, Nining Angreani.