Otomotif

Ubah Limbah, Jadi Handicraft Berkelas: Buat Replika Mobil Secara Presisi

otomotif, ubah limbah, jadi handicraft berkelas: buat replika mobil secara presisi

Ubah Limbah, Jadi Handicraft Berkelas: Buat Replika Mobil Secara Presisi

RADARSOLO.ID – Mencari handicraft di Kota Susu tentu bukan hal sulit. Bebagai macam kerajinan tangan mudah dijumpai. Salah satunya yang unik adalah handicraft replika mobil yang dibuat sangat presisi. Meski berbahan dasar limbah kayu, ternyata bisa disulap menjadi kerajinan tangan berkelas yang memiliki niat seni tinggi.

Sudah empat tahun terakhir, Mujiyono, 45, menggeluti kerajinan tangan berbahan kayu. Warga Desa Jurug, Mojosongo, Boyolali ini memanfaatkan kayu bekas menjadi handicraft yang unik, dan cocok untuk jadi pajangan. Miniatur mobil buatan Mujiyono bisa dibuat dengan perbandingan 1:1 dan 1:18.

Dalam menyelesaikan karyanya, Mujiyono terlihat sangat telaten. Dia memanfaatkan kayu jati bekas bangunan, sebagai bahan dasar dari karyanya. Ada patahan bekas kerangka meja, cagak, hingga dinding sekat yang masih ditumpuk di sudut rumahnya. Bahan-bahan bekas ini disulap menjadi kerajinan tangan seharga puluhan juta. Tak hanya melayani pembuatan replika mobil berbagai ukuran, dia juga membuat kerajian bingkai, meja dan lainnya dari kayu bekas.

Dia mengakui untuk membuat miniatur dari bahan limbah kayu ternyata sejatinya tak sulit. “Yang pertama perlu disiapkan itu membuat polanya. Kalau itu, internet sudah banyak. Jadi kita bisa buat ukuran sesuai pesanan. Kalau yang ini (Menunjuk replika berukuran besar, Red) 1:1. Sedangkan yang kecil ini, 1:18 (versi kecil),” ungkapnya.

Pembuatan miniatur ini memang tak mudah. Butuh ketelatenan dan kejelian. Apalagi, soal ukuran, harus sesuai pengukuran agar presisinya tetap terjaga. Dia memanfaat internet untuk pembuatan pola. Setelah itu, limbah kayu dipotong sesuai ukuran yang sudah disiapkan. Setelah itu, satu persatu potongan kayu jati bekas ini mulai disatukan dengan lem.

Untuk memperkukuh kerangka mobil buatannya, dia akan mengebor dan memaku dari sisi bawah. Tujuannya, agar polesan depan tetap cantik dan mulus.

Replika mobil ini juga dilengkapi stir, ban, hingga pintu yang bisa dibuka- tutup. Selama ini, tidak ada kendala yang berarti. Pekerjaan ini sudah dilakukannya selama empat tahun terakhir. Dan kuncinya hanya kesabaran. Apalagi semua pekerjaan, mulai dari desain hingga finishing dilakukan manual.

“Paling sulit mengerjakan tipe-tipe mobil sport. Karena banyak lekuk-lekukannya dan butuh ketelitian. Karena saya pakai kayu, jadi sulit membuat lekukannya. Jadi harus ekstra sabar dan hati-hati,” bebernya.

Berbagai macam mobil pernah dibuatnya. Seperti mobil sport Porsche, Ferrari hingga Land Lover Defender. Untum miniatur mobil dengan perbandingan 1:1, banyak diminati warga mancanegara. Sedangkan miniatur dengan perbandingan 1:18 banyak diminati warga lokal. Baik dari Jawa hingga Luar Jawa.

“Sampai bulan ini sudah laku 20-an biji. Untuk ukuran kecil harganya berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung modelnya. Kalau yang ukuran besar, bisa Rp 50 juta-Rp 70 juta per mobil. Tergantung  kesulitannya juga,” jelasnya.

Replika mobil yang sesuai bentuk asli buatannya, ternyata bisa memiliki berat hingga 1,2-1,3 ton. Seperti replika mobil Land Lover Defender keluaran 1991 yang dikirimnya ke Belanda pada pertengahan tahun lalu. Menurutnya, peluang kerajinan tangan ini cukup tinggi. Dia sudah memiliki langganan untukl bisa mengirim ke beberapa negara di Eropa. Sudah puluhan replika mobil lawasan yang dikirim. Perluasan sayap untuk promosi produk handicraft akan dikembangkan secara mandiri.

“Selama ini saya masih mengandalkan eksportir kenalan. Meski cukup efektif, namun saya merasa perlu memasarkan lebih luas lagi. Permintaan handicraft, Insya Allah bisa kami kerjakan. Kami juga membuat meja dari kayu jati lawasan yang didesain unik,” pungkasnya. (rgl/nik)