Otomotif

Truk Odol Penyebab Jalan Rusak di Riau, Selama 2022 Sudah 1800 Unit Truk Ditilang

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Truk Over Dimension Over Load (ODOL) masih berseliweran di Riau. Truk yang melanggar aturan karena melebihi muatan dan tidak sesuai dengan standar pabrikan ini leluasa mengaspal di jalan-jalan yang ada di Riau.

Truk tersebut pada umumnya adalah milik perusahaan yang beroperasi di Riau.

Keberadaan truk ODOL juga menjadi penyebab jalan di Riau cepat rusak.

Sebab beban yang dibawa oleh truk ODOL terlalu berat sehingga tidak sebanding dengan kekuatan jalan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, Senin (28/11/2022) mengungkapkan, sepanjang tahun 2022 hingga Oktober lalu, sedikitnya sudah ada 1.800-an unit truk yang ditilang.

Truk tersebut ditindak karena melanggar Over Dimension Over Load atau ODOL.

“Mereka kita tilang, kita edukasi dan peringatan, rata-rata mereka ini over load, muatanya melebihi batas ketentuan,” katanya

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku jika ditemukan ada kendaraan yang melanggar aturan.

Baik dari sisi kelengkapan surat-surat kendaraan maupun dari sisi muatan dan dimensi kendaraan.

“Tindakan yang bisa kami ambil itu berupa tilang, mudah-mudahan itu bisa memberikan efek jera,” ujarnya.

Andi menjelaskan, ribuan unit truk ODOL tersebut terjaring razia yang dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Tim gabungan terdiri Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Ditlantas Polda Riau, POM TNI AD, Korwas PPNS Ditkrimsus Polda Riau.

Andi Yanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan di empat. yakni, lintas timur, lintas barat, lintas utara, dan lintas selatan di provinsi Riau.

Ia menyampaikan, untuk razia di lintas timur dilaksanakan di Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan dan Indragiri Hilir.

Kemudian, di Lintas Utara yang meliputi Siak, Dumai, Rokan Hilir.

Lalu, Lintas Barat yang terdiri dari Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan lintas Selatan meliputi Kabupaten Kuansing.

Meski sudah berulang kali diingatkan dan ditindak, namun keberadaan truk yang melebihi muatan dan dimensi masih leluasa melintas di Riau.

Truk ODOL ini seolah tak pernah jera dan kapok dengan peringatan dan penindakan yang dilakukan oleh tim gabungan.

Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau M Arief, membenarkan bahwa truk-truk Odol yang berseliweran di Riau menjadi penyebab utama banyaknya jalan milik provinsi Riau yang rusak.

Hal ini seharusnya sudah selayaknya menjadi peringatan bagi perusahaan yang sering mengoperasikan truk di Riau.

Arief mengungkapkan bahwa truk dengan muatan over load, over dimension alias Odol memang menjadi penyebab utama kerusakan jalan-jalan provinsi, sehingga upaya penertiban dan pengawasan, menurut dia, harus lebih diperketat lagi.

“Sejauh ini memang Odol yang jadi penyebab utama jalan-jalan kita banyak yang rusak,” ujarnya.

Arief menyebut pihaknya akan melakukan pendataan harian terhadap truk-truk Odol yang melintasi jalan-jalan provinsi, terutama terhadap truk bermuatan sawit, batu bara dan hasil tambang lainnya.

“Kami akan segerakan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian setempat. Yang jelas kami tak akan bisa memperbaiki jalan-jalan provinsi kalau memang kendaraan Odolnya tak bisa tertib. Jadi kami akan melakukan survei terutama jalan provinsi yang di Teluk Kuantan hingga ke Simpang Japura,” sebutnya.

Dia menambahkan, sejauh ini dari 2.779,81 kilometer jalan provinsi ada sekitar 37 persen dengan kondisi rusak berat dan ringan. Selebihnya 63 perswn sudah tergolong bagus.

Meski jalan yang sudah dalam kondisi bagus secara persentase lebih tinggi, namun tetap saja untuk melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh menjadi hal yang berat bagi Pemprov Riau.

“Gimana mau memperbaiki kalau dibaguskan di sini, di sana rusak. Makanya memang salah satunya truk Odol ini yang harus ditertibkan,” kata Arief.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)