Otomotif

TBS Energi Utama Inves 500 Juta Dolar AS untuk Kembangkan Bisnis EV dan Energi Terbarukan

otomotif, tbs energi utama inves 500 juta dolar as untuk kembangkan bisnis ev dan energi terbarukan

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperluas bisnis ekosistem energi terbarukan dan kendaraan listrik, sebagai upaya mencapai netralitas karbon pada 2030.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) memperluas bisnis ekosistem energi terbarukan dan kendaraan listrik, sebagai upaya mencapai netralitas karbon pada 2030.

Head of Strategy PT TBS Energi Utama Nafi Achmad Sentausa mengatakan, setidaknya sebesar 500 juta dolar AS dianggarkan untuk mengembangkan dua bisnis tersebut.

“Sebanyak 500 juta dolar AS buat EV (electric Vehicle) dan renewable energy. Anggaran ini digunakan sampai tahun 2025-2026. 500 juta dolar AS kebutuhan untuk equity contribution ke dalam project dan juga masukin ke si electric vehicle,” ujar Nafi, Kamis (10/11/2022).

Pendanaan tersebut dapat dipenuhi dari berbagai opsi, mulai dari anggaran internal hingga pasar modal.

Ia menjelaskan, perseroan berencana memulai pengembangan bisnis kendaraan listrik tahun depan.

Saat ini, perseroan juga telah memiliki perusahaan patungan bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk bernama Electrum.

Menurutnya, ke depannya Electrum tidak hanya menyediakan kendaraan listrik saja, tetapi juga berencana melakukan produksi kendaraan listrik.

“kami Lewat Electrum, joint venture antara TBS dengan GoTo. Kami bikin sendiri lewat electrum, kita masih desain produknya,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, TBS berkomitmen juga menurunkan emisi karbon dengan menginisasi TBS2030, yang merupakan singkatan dari Towards a Better Society 2030.

Komitmen ini terdiri dari 12 goals yang menjadi acuan dan roadmap perusahaan dalam menjalani bisnis, dari level strategis sampai operasional di lapangan.

Melalui komitmen ini TBS berupaya menunjukkan bahwa faktor sustainability secara langsung terintegrasi dalam model bisnis TBS dan bukan inisiatif terpisah.

“Ini merupakan pengakuan bahwa sustainability sudah menjadi kewajiban perusahaan di era modern ini. TBS2030 merupakan cara TBS untuk turut serta ambil bagian dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) yang merupakan agenda global dan juga pemerintah Republik Indonesia,” kata Wakil Direktur TBS Pandu Sjahrir.

Pandu mengatakan, TBS2030 merupakan sebuah roadmap yang jelas, terukur, serta transparan bagi para stakeholder untuk melihat kemajuan perusahaan.

Terdapat 12 goals yang menjadi acuan dan roadmap dalam menjalankan bisnis tersebut akan membantu perusahaan untuk mencapai Carbon Neutrality dan Fair Transition di tahun 2030.

“Kami tidak mengklaim kami memiliki semua jawaban untuk mencapai tujuan tersebut, tetapi kami mencoba terus meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik. TBS2030 adalah cara bagi kami untuk mengambil bagian dalam tujuan global dan mendukung agenda Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero pada tahun 2060,” tuturnya.

“Di era yang serba terbuka dan transparan ini, sudah tidak ada lagi business model B2B atau B2C, yang ada hanyalah H2H (Human to Human), yang berarti semua berhak untuk tahu apakah perusahaan melakukan kegiatan usahanya secara bertanggung jawab. Yang menjadi penting adalah

apa kontribusi perusahaan bagi lingkungan, manusia, dan tata kelola di dalamnya,” sambungnya.

Lebih jauh lagi, Pandu menerangkan, transisi model bisnis TBS dari awal sampai dengan hari ini yakni batubara, listrik, renewable energy, dan Electric Vehicle (EV), sebagai bentuk perusahaan bergerak ke arah yang lebih sustainable.

Sebagai contoh, di sektor kendaraan listrik, TBS memiliki perusahaan joint venture dengan GoTo Group bernama Electrum, yang sudah memiliki lebih dari 250 motor listrik

di Jakarta yang sudah bisa diakses masyarakat melalui aplikasi Gojek, dan sejauh ini sudah menempuh jarak lebih dari 4 juta kilometer.

“Motor Electrum juga baru saja menjadi partner resmi shuttle service provider untuk rangkaian acara B20 dan G20 di Bali. Kita ingin membawa bisnis yang ramah lingkungan ini lebih dekat kepada konsumen,” ujarnya.