Otomotif

SOSOK Jaksa Erna Normawati yang Mendadak Tak Ikuti Sidang Brigadir J, Kekayaan Terkuak, Mobil Cuma 1

TRIBUNJATIM.COM – Sosok jaksa Erna Normawati sempa disorot habis-habisan atas sikapnya dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Harta kekayaan jaksa Erna Normawati belakangan terkuak.

Selama ini, jaksa Erna Normawati dikenal agresif dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J.

Namun beberapa waktu lalu, jaksa Erna tak menangani sidang kasus Brigadir J.

Absennya Erna dalam persidangan sempat diungkap Ketua Umum Peradi Otto Hasibuan dalam program Satu Meja The Forum yang mengangkat tema “Kasus Sambo, Siapa Bisa Main Mata?� di Kompas TV, Rabu (23/11/2022).

�Ya saya memang dengar di luaran ada mengatakan bahwa ada satu tim Jaksa katanya, tiba-tiba tidak lagi menjadi Jaksa di dalam kasusnya PC (Putri Candrawathi) ya kan gitu ya.”

“Terus terang saja saya enggak tahu background-nya kenapa. Apakah dia sakit, apakah dipindah ke luar kota ya,� ungkap Otto Hasibuan.

Atas absennya Erna, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan tidak hadirnya Erna di sidang kasus Ferdy Sambo karena Erna memilki tugas lain yang perlu dikawal.�

Ia membantah Kejagung melakukan mutasi terhadap Erna.�

�Enggak ada pemindahtugasan, dia lagi menangani perkara yang lain, kan�jaksanya banyak,� kata Ketut saat dihubungi Kompas.com, Kamis (24/11/2022) malam.

Ketut mengatakan, seorang jaksa penuntut umum (JPU) biasanya tidak hanya mengawal satu kasus persidangan.

Menurut dia, jaksa yang disiapkan untuk mengawal persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir J ada banyak, yakni 74 jaksa.

�Jadi jaksa di sana pun juga tidak menangani satu dua perkara sekaligus dalam waktu bersamaan. Dia bisa menangani empat, lima perkara. Jadi mereka sementara dipakai untuk menyelesaikan perkara yang lain,� ujar Ketut.

Menurut Ketut,�jaksa�yang bertugas menangani beberapa perkara sekaliugus itu adalah hal yang biasa.

Ia juga memastikan bahwa semua�jaksa�dalam persidangan kasus pembunuhan berencana�Brigadir J�memiliki sikap dan tanggung jawab yang sama, yakni membuktikan kebenaran dalam kasus itu.

�Semua punya tanggung jawab, semua�jaksa�yang ada di sana punya tanggung jawab membuktikan kebenaran materil dalam mengungkap perkara pembunuhan�Brigadir J,� kata dia.

Sosok Jaksa Normawati

otomotif, sosok jaksa erna normawati yang mendadak tak ikuti sidang brigadir j, kekayaan terkuak, mobil cuma 1

Jaksa Erna Normawati yang dikenal tegas di persidangan Putri Candrawathi kini malah diganti (YouTube/KOMPASTV)

Sebelum menjadi�jaksa�di Kejagung, Erna yang memiliki nama lengkap�Erna Normawati�Widodo Putri pernah menduduki sejumlah jabatan penting di Korps Adhyaksa.�

Erna pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar pada 2016, dikutip dari laman�kejari-denpasar.go.id.�

Selain itu,�Erna Normawati�sempat menjabat sebagai�Asisten Pengawas (Aswas) di Kejati Jawa Tengah pada 2017.

Erna Normawati juga sempat menjabat Kepala Satgas Sumber Daya Alam-Lintas Negara.

Dikutip dari TribunnewsWiki.com,�Erna Normawati�mengenyam pendidikan hukum hingga S-2.

Saat ini,�Erna Normawati�tercatat aktif sebagai salah satu JPU di Kejagung RI.

Erna Normawati sebelumnya juga aktif di bidang sosial.

Erna Normawati pernah menjadi Ketua Panitia Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) pada 2013 silam.

Harta Kekayaan Jaksa Erna Normawati�

Sebagai penyelenggara negara,�Erna Normawati�berkewajiban melaporkan Laporan�Harta Kekayaan�Penyelenggara Negara (LHKPN).�

Erna melaporkan LHKPN terakhir pada 31 Maret 2022.�

Berdasarkan LHKPN itu, total harta yang dimiliki Erna sebanyak Rp 5,7 miliar.�

Untuk kendaraan, Erna laporkan hanya punya sebuah mobil keluaran tahun 2011.�

Berikut ini rincian harta kekayaan Erna, dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 5.400.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 700 m2/250 m2 di KAB / KOTA NGAWI, WARISAN Rp. 2.100.000.000

2. Tanah Seluas 9000 m2 di KAB / KOTA NGAWI, WARISAN Rp. 2.800.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 350 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA MALANG , HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 250.000.000

1. MOBIL, HONDA SEDAN Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 250.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 41.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 35.640.622

F. HARTA LAINNYA Rp. —-

Sub Total Rp. 5.726.640.622

G. HUTANG Rp. —-

Sementara itu, soal tak munculnya jaksa Erna, keluarga Brigadir J pun menyayangkan hal ini.

Hal itu disampaikan pengacara keluarga�Brigadir�J, Martin Lukas Simanjuntak, dalam Satu Meja The Forum.

Acara tersebut mengangkat tema ‘Kasus Sambo, Siapa Bisa Main Mata?’ di KOMPAS TV, Rabu (23/11/2022) malam.

“Kita butuh ketegasan dari jaksa penuntut umum, khususnya ya jaksa yang katanya, informasinya, dikeluarkan ya.”

“Kalau memang beneran dikeluarkan ya, ibu ini harus dimasukkan kembali, karena keluarganya sangat mengapresiasi bagaimana cara berperkara,” ucap Martin Lukas Simanjuntak.

“Karena jaksa tersebut sangat berempati dan mewakili apa isi hati dari keluarga korban pada saat memeriksa saksi dan juga menjalani persidangan.”

Martin dalam keterangannya menuturkan, keluarga Brigadir J juga memberikan dorongan penuh kepada JPU untuk menuntut para terdakwa pembunuhan berencana.

“Memberikan dorongan kepada jaksa untuk berani nanti pada saat menuntut.”

“Menentukan motifnya dengan motif yang sebenar-benarnya,” tutur Martin Lukas Simanjuntak.�

“Yaitu tanpa ada pelecehan seksual, yaitu yang ada hanya disinformasi dari orang-orang ataupun terdakwa.”

“Sehingga orang-orang tertentu marah dan terjadilah perencanaan dalam kasus meninggalnya almarhum Brigadir Yosua.”