Otomotif

Sopir Mobil Pikap Jadi Korban Begal di Bekasi, Mata dan Mulut Dilakban

otomotif, sopir mobil pikap jadi korban begal di bekasi, mata dan mulut dilakban

Keenam orang pelaku yang telah ditangkap berinisial DS, 43; AK, 41; AS, 50; HB 42; RH, 42; dan YF.

Bekasi: Jayadi, seorang sopir mobil pikap di Bekasi menjadi korban begal saat melintas di Jalan Raya Rengasbandung, Desa Karangsambung, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bahkan, mulut dan matanya dilakban ditutup menggunakan lakban oleh para pelaku.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada 30 September 2022. Kini, pihaknya pun telah menangkap pelaku yang berjumlah enam orang.

Keenam orang pelaku yang telah ditangkap berinisial DS, 43; AK, 41; AS, 50; HB 42; RH, 42; dan YF. Mereka beraksi dengan membuntuti Jayadi. Setelah itu, mereka menghentikan mobil Jayadi dan berpura-pura Jayadi telah menyenggol kendaraannya berjenis minibus.

“Mereka (para pelaku) menghentikan laju mobil korban dengan mengatakan bahwa korban telah membentur mobil pelaku,” kata Gidion saat konferensi pers di lokasi kejadian, Jumat,25 November 2022.

Setelah itu, para pelaku mengancam dan membawa korban. “Lalu dibuang di flyover Jababeka atau Kali malang. Mobil korban dibawa kabur,” ujarnya.

Setelah itu, korban langsung mencari kantor polisi terdekat untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya. Polisi pun melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi bahwa mobil korban berada di wilayah Jawa Tengah.

“Kita kejar hingga ke Jepara, di sana lah kami temukan mobil milik korban,” ungkapnya.

Gidion melanjutkan pihaknya saat ini telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut. Di antaranya, dua unit mobil dan satu unit HP. Atas perbuatannya, keenam orang pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan.

“Ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya.

Mata dan Mulut Korban Dilakban dan Dibuang di Kalimalang

Jayadi mengungkapkan kronologi peristiwa pembegalan yang dia alami. Dia mengaku bahwa mata dan mulutnya dilakban oleh para pelaku.

Setelah mobilnya dihentikan pelaku, Jayadi mengaku dipaksa masuk ke dalam mobil komplotan tersebut.

“Saya diancam disuruh diam apabila ingin selamat, lalu saya dilakban dibagian mata dan mulut,” kata Jayadi.

Kemudian, dirinya diturunkan dari kendaraan para pelaku di flyover Jababeka, Kalimalang, dengan kondisi mulut dan mata tertutup lakban.

“Setelah dibuang saya buka lakban dan saya sadar sudah berada di Kalimalang,” ujarnya.

Dirinya pun langsung mencari kantor polisi terdekat untuk membuat laporan kepolisian atas peristiwa yang menimpanya.

“Saya jalan kaki ke Polsek lalu dibantu oleh petugas polsek ke Polres untuk membuat laporan terkait perampokan yang saya alami,” ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id