Hiburan

Sidang Lanjutkan Nikita Mirzani di PN Serang, Kuasa Hukum Sampaikan 9 Poin Keberatan

Selebriti

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Artis Nikita Mirzani menjalani sidang lanjutan dan menyampaikan eksepsi dalam sidang keduanya, yang digelar di Pengadilan Negeri Serang, Senin (21/11/2022).

Eksepsi disampaikan usai Nikita didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada pekan lalu di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Serang, Banten.

Pengacara Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid mengatakan, eksepsinya ada sembilan poin, dengan total 88 halaman. Dan sembilan diantaranya keberatan.

“Ada 9 point keberatan, dari totalnya ada 88 halaman,� kata Fahmi di Pengadilan Negeri Serang, Senin.

Nota keberatan tersebut, dikatakan kuasa hukum Nikita Mirzani, disampaikan secara terpisah.

Menurutnya, Niki lebih banyak membicarakan sejumlah peristiwa yang dialaminya dalam kasus pencemaran nama baik.

Tak hanya itu, Fahmi mengungkapkan poin paling penting dalam eksepsi Nikita Mirzani adalah terkait masalah kerugian yang dialami oleh pelapor Dito Mahendra.

Kerugian yang dialami pelapor berupa kerugian materi sebesar Rp 17,5 juta yang dinilai tidak masuk akal. Tapi ini justru dijadikan dasar untuk melakukan penahanan.

“Seseorang merasa dirugikan tapi lapor dulu. Dia lapor tanggal 16 Mei tapi ruginya baru muncul tangal 18 nya, Pakai logika saja bagaimana dia bisa tahu akan muncul kerugian,”katanya.

Menurutnya, hal ini dirasa sangat janggal dan tidak masuk akal.

“Lapor dulu, kerugiannya baru dimunculkan dua hari kemudian, sangat janggal,” katanya.

Sedangkan untuk point kedua, Nikita Mirzani keberatan dengan jumlah saksi yang dimunculkan oleh Jaksa.

“Terkait saksi, jika berbicara media sosial pengikut Nikita itu banyak ada dimana-mana, Jadi tolong jangan ciptakan saksi dalam persoalan ini,” katanya.

Sementara untuk poin-poin lainnya, Fahmi mengatakan, lebih bersifat teknis hukum terkait masalah pasal yang didakwakan kepada Nikita Mirzani.

“Saya tidak akan bicara pasal, jadi kesimpulan dalam eksepsi yang disampaikan, Nikita menolak dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum,” katanya.

Fahmi juga meminta dalam dakwaan dibatalkan karena alasannya tidak cermat. Nikita bingung dibilang mencemarkan nama baik karena memposting ulang tulisan dari rekan media.

“Kalau ada masyarakat mengambil berita, terus mem-posting, tiba-tiba diperlakukan seperti ini. Seharusnya umtuk menguji benar tidaknya sebuah berita itu ada di Dewan Pers, bukan di pengadilan,� katanya.

Sebelumnya, Nikita Mirzani dilaporkan Dito Mahendra ke Polresta Serang Kota pada 16 Mei 2022, atas dugaan pencemaran nama baik buntut dari unggahannya melalui akun media sosial pribadinya.