Menemukan

Siang Untuk Berenang, Malam untuk Ritual, Sumber Air Kuno di Desa Ngenep, Karangploso, Malang

Reporter: Septyana Cahyani Eka Saputri

SURYAMALANG.COM, MALANG � Sisa-sisa teknologi kuno masih terlihat di sumber air Ngenep Utara, Desa Ngenep Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Menurut Mohammad Arifin (55), pengelola umbulan Ngenep Utara, di lokasi ini dulu terdapat struktur batu bata kuno. Itu menunjukkan bahwa lokasi tersebut sudah dipelihara sejak masa Jawa kuno.��

Sampai kini, sumber mata air itu masih disakralkan oleh warga Desa Ngenep. Bagaimanapun, mata air memegang peranan penting bagi warga desa yang umumnya bertani.�

Sejak tahun 2016, Mohammad Arifin mendapatkan tugas untuk menjaga dan melestarikan alam yang akan punah dikarenakan banyak sekali pohon-pohon tumbang.

Lokasi Sumber Mata Air Umbulan Ngenep Utara berbatasan langsung dengan Desa Lang-Lang Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Terdapat dua akses untuk bisa mencapai lokasi tersebut, dengan melewati jalan Desa Ngenep dan jalan Desa Lang-Lang.

Menurut Mohammad Arifin, secara administratif lokasi wisata mata air sumber umbulan berada di Desa Ngenep.

�Saya ada surat pengantar tugas bahwa sumber mata air umbulan masuk wilayah Desa Ngenep,� tutur Mohammad Arifin, Minggu (11/12/2022).

Untuk bisa menikmati kesejukan sumber mata air umbulan ngenep utara, pengunjung tidak perlu merogoh kocek alias gratis.

Pengunjung cukup membayar parkir Rp. 2000 untuk kendaraan roda dua. Sedangkan untuk parkir mobil Rp 5.000. Dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB

Di tengah perjalanan menuju lokasi sumber umbulan, pengunjung harus melalui jalan setapak dan akan disuguhkan dengan hamparan persawahan padi yang sangat luas nan asri, ditemani aliran sungai yang sejuk mengalir menuju persawahan warga.

Setelah menyusuri hamparan persawahan, pengunjung akan disambut dengan tulisan �selamat datang� pada gapura kecil.

Sejumlah pengunjung tampak asyik melakukan aktivitas berenang. Jernihnya air membuat siapa saja betah untuk berlama-lama berenang. Ketika menyelam dapat melihat banyaknya ikan yang hidup disana.

Pengunjung dapat menikmati asrinya pepohonan yang berada di pinggir lokasi kolam. Terdapat berbagai macam jenis tanaman yang dipagari memutar area kolam dengan tujuan untuk menjaga resapan, melestarikan alam dan menghindari pengunjung yang sering melompat dari pinggir kolam.

Semakin siang, lokasi wisata ini semakin banyak pengunjung yang datang.

Jika pengunjung tidak bisa berenang, dilokasi disediakan fasilitas gazebo untuk bersantai, mushola, dan terdapat warung dengan menjual berbagai macam menu makanan dan minuman yang dapat membantu untuk mengganjal perut.

Selain tempat pemandian, di sumber umbulan juga menjadi kawasan religi dengan adanya Punden Sumber Umbulan, Patung Dewa Siwa untuk yang beragama Hindu.

�Punden itu tempat untuk berdoa atau mendoakan para leluhur,� tutur Mohammad Arifin.

Mohammad Arifin mengatakan, sumber mata air umbulan juga dijadikan tempat untuk ritual di malam hari.

�Di sini itu sebenarnya bukan pemandian, melainkan sumber. Kalau siang banyak orang berenang, sedangkan malam untuk orang yang ingin melakukan ritual. Biasanya ritualnya untuk orang yang mencari ilmu, dilakukan Selasa kliwon, malam Jumat legi,� tutur Mohammad Arifin.

�Mandinya ritual malam, orang terlebih dahulu harus berwudhu, setelah berwudhu harus ke tengah sumber dan berendam dengan membaca kalimat syahadat,� tuturnya.�