Otomotif

Sering Dikeluhkan, Jalan Protokol di Bitung Sulawesi Utara Akhirnya Diaspal

Otomotif

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR ) Bitung, Sulawesi Utara, telah mengaspal speed bump Jalan Protokol di Bitung yang kerap dikeluhkan pengendara motor.

Speed Bump yang dimaksud berada di depan Bank BRI dan Gereja GMIM Sentrum, Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa Kota Bitung, ada karena dijadikan sebagai penutup plat deck saluran outlet.

Saluran outlet itu membelah jalan protokol dari depan gereja GMIM Sentrum ke depan Bank BRI Bitung.

� Momen Desta Bingung Bedakan Kaesang Pangarep dengan Gibran, Raffi Ahmad Tak Berhenti Tertawa

Dibuat karena kondisi eksisting saluran outlet yang kedalaman (dimensi saluran) awalnya tidak mempu menampung air dan endapan atau sedimentasi pasir saat hujan deras mengguyur.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Bitung Rizal Sompotan, pembuatan speed bump, karena saluran atau outlet tidak memungkin dibuat ke dalam dimana ada perbedaan ketinggian atau level saluran yang ada.

Pembuatan spee bump, terpantau baru beberapa bulan terakhir dai dikerjakan oleh Dinas PUPR berdasarkan pada undang-undang nomor 14 tahun 2021 dan sempat di koordinasikan dengan instansi terkait.

�Sabtu kemarin, sudah kami aspal di sisi kiri dan kanan speed dump itu dengan panjang disisi BRI kurang lebih 35 meter.

Lebar sekitar 12 meter dan ketebalan 4 cm,� kata Rizal Sompotan, kepada sejumlah wartawan Minggu (11/12/2022).

Rizal jelaskan, diaspalnya sisi depan dan belakang speed bump tersebut untuk menambah kelandaian speed bump.

Dengan diaspalnya speed bump, pihaknya berharap pengguna jalan di titik itu khususnya pemotor akan merasakan kenyamanannya ketika melintas.

Di tempat terpisah, Samsi Hima pengguna jalan mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah Kota Bitung melalui Dinas PUPR yang telah mengaspal speed bump di depan bank BRI dan gereja GMIM Sentrum Bitung.

�Kami selaku masyarakat, berterima kasih.

Ini wujud realisasi atas saran, kritik dan masukkan membangun yang dilayangkan para pengguna jalan terkait keluhan ketidak nyamanan saat melintas di situ,� kata Samsi Hima.

Menurut Hima, mengenai fasilitas public yang berhubungan langsung dengan masyarakat ketika ada kekurangan masyarakat jangan sungkan untuk memberikan saran� kritik dan masukkan.

Asalkan itu membangun bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar.

Karena ia melihat saat ini era kepemimpinan Kota Bitung dibawa komando Wali kota Bitung Maurits Mantiri Mantiri dan Wakil Walikota Hengky Honandar terbuka terhadap saran, kritik dan masukkan yang membangun disertai dengan solusi.

Ia juga tidak segan-segam untuk mengawasi keberadaan fasilitas publik maupun pekerjaan untuk masyarakat.

“Jika ada kekeliruan atau keluhan dari masyarakat untuk disampaikan ke instansi yang bersangkutan,” ujar dia. (crz)

� Diego Michiels dan Michael Krmencik Saling Ludah di lapangan, Kini Disanksi Komite Disiplin PSSI