Otomotif

Sehari, Pemohon SIM Bisa Ulang Ujian Praktik

PANGKALPINANG, BABEL NEWS – Peserta ujian tes Surat Izin Mengemudi (SIM) di Sat Lantas Polres Pangkalpinang, kini tak lagi harus menunggu selama 14 hari jika gagal dalam ujian praktik. Hal tersebut pun diungkapkan Kasat Lantas Polres Pangkalpinang, Iptu Eddi Yusuf sesuai arahan Kapolri melalui surat telegram nomor ST/2386/X/YAN.1.1./2022.

“Kalau aturan sebelumnya 14 hari ke depan baru kita uji lagi, sekarang sesuai perintah Kapolri bisa dilakukan di hari yang sama diulang kembali untuk ujian praktik,” ujar Eddi Yusuf, Jumat (18/11).

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan guna mempermudah masyarakat, dalam hal efisiensi waktu dan jarak terutama bagi masyarakat yang terkendala akan faktor tersebut. “Kalai ujian teori jarang sih gagal, hampir gak pernah. Kalau praktik memang banyak yang gagal, sebenarnya dia bisa karena sudah sering menggunakan motor tapi grogi jadi kesulitan,” katanya.

Bila peserta ujian praktik SIM kembali gagal di ujian keduanya, ia mengatakan pihaknya akan melakukan wawancara terhadap peserta. “Kalau gagal lagi di tes kedua, kita akan wawancara mereka kenapa, mungkin dia grogi atau seperti apa. Kita bisa menilai dia apakah bisa atau seperti apa, apalagi ada peserta lain yang melihat bisa jadi demam panggung. Intinya kami akan mempermudah, namun tentuya kita pastikan tidak ada pungutan liar,” tegasnya.

Lebih lanjut untuk tarif penerbitan SIM baru, untuk jenis SIM A, A umum, B1, B1 umum, B 2 dan B 2 umum sebesar Rp 120 ribu. Sedangkan, untuk penerbitan SIM C, C1 dan C2 yakni Rp 100 ribu.

Untuk perpanjangan SIM A, A umum, B1, B1 umum, B2 dan B2 umum yakni Rp 80 ribu. Lalu untuk perpanjangan SIM C, C 1 dan C2, hanya dipatok sebesar Rp 75 ribu. “Untuk tarif semua sama, sesuai instruksi Kapolri,” tuturnya.

Walaupun kini tak ada lagi tilang manual, diakuinya, kondisi pelanggaran lalu lintas Kota Pangkalpinang relatif normal. “Alhamdulillah, sejauh ini banyak yang sadar terkait pentingnya SIM, walaupun saat ini gak bisa menilang manual tapi tetap pembuatan SIM seperti biasa. Artinya kesadaran masyarakat masih bagus, tidak ada turun drastis paling hanya anak-anak saja,” ungkapnya. (riz)