Kuliner

Sang Pisang Tampilkan Menu Milenial, Gandeng Masterchef Indonesia Asal Bangka Chef Desi

POSBELITUNG.CO -�Untuk memperluas pangsa pasar bisnisnya di bidang kuliner Sang Pisang, Kaesang Pangarep menggandeng Desi Trisnawati, pemenang Masterchef Indonesia musim 2.�

Bagi warga Bangka Belitung, sosok Desi sudah sangat familiar.

Perempuan yang selalu tampil enerjik ini merupakan Direktur Novilla Boutique Resort, Bangka yang kerap menyajikan menu khas Bangka dalam berbagai kesempatan.

Dengan mengajak serta Desi, Kaesang ingin usaha kuliner miliknya yang sudah berumur lima tahun bisa semakin maju dan berkembang mengikuti zaman.�

Sang Pisang milik Kaesang Pangarep hadir di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Untuk memanjakan pelanggan, Sang Pisang melakukan perubahan besar-besaran, mulai konsep, desain logo, dan menu.�

Soal konsep, gerai Sang Pisang di Cikini, Jakarta adalah outlet pertama yang diremajakan.

Menu awal yang diluncurkan adalah banana bread, banana strip, banana pop dan pisang madu.�

Tak lupa ditemani kopi gula aren. Makan pisang dengan cara yang baru, praktis, dan cocok buat kaum milenial muda dan aktif.�

“Rencananya, tahun depan Sang Pisang akan membuka 100 outlet lagi,” kata Chef Desi dalam rilis kepada bangkapos.com, Minggu (20/11/2022).

Profil Desi Trisnawati

Sejak kecil Desi Trisnawati dikelilingi anggota keluarga yang hobi memasak.

Dia sering membantu nenek, ibu, dan bibinya memasak. Bahkan, pergi ke pasar basah dan bertemu pedagang

maupun pengunjung pasar menjadi kegiatan favoritnya.

Mencoba resep baru menjadi tantangan menarik untuk dirinya.

Ketika dia kuliah di Perth, Australia, Desi aktif terlibat kegiatan memasak untuk acara bazar makanan, termasuk memenuhi keinginan mahasiswa Indonesia saat itu akan makanan rumah.

Selepas meraih gelar Associate Diploma in Management dari Edwards Colleges Perth dan Commerce Degree in Marketing dari Curtin University Perth, Australia, dia kembali ke kampung halaman menekuni bisnis hotel keluarganya. Hingga dipercaya menjabat sebagai direktur Novilla Boutique Resort, Sungailiat, di Bangka.

Berada di zona nyaman ternyata tak membuat dirinya puas. Karena memiliki mimpi lain

yang harus dikejar yaitu menjadi chef, dia pun tertantang untuk mengikuti ajang MasterChef Indonesia Season 2. Meskipun, prosesnya tidak nyaman, dan usianya memang sudah tidak muda lagi.

Dia bercerita, �Bayangkan, saya harus dikarantina jauh dari keluarga selama empat bulan. Namun, saya tidak patah semangat, karena saya ingin meninggalkan warisan nilai kepada anak-anak tentang bagaimana meraih mimpi yang belum terwujud.�

Bersaing dengan 18.000 pendaftar, berpanas-panasan, dan rindu tak tertahankan kepada�keluarga, khususnya putri kedua saya yang meminta pulang, hampir membuat saya menyerah.

Padahal, waktu itu sudah masuk sampai kategori 10 besar dan mesti syuting panjang yang melelahkan secara fisik maupun rohani dari pagi sampai pagi. Namun, putri saya berkata tidak ingin melihat saya menyerah, hingga akhirnya berujung manis saya berhasil keluar

sebagai pemenang di kompetisi tersebut.�

Setelah itu, kehidupan Desi normal seperti semula, dia kembali mengurus bisnis hotel keluarganya. �Saya memang secara teratur bolak-balik ke Bangka setiap bulan mengurus hotel, karena pada dasarnya saya adalah seorang entrepreneur.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)