Menemukan

SALIB KASIH Ditutup Setelah Gempa Bumi, Akses Putus Hingga Kabar Mengeringnya Air Panas Sipoholon

Menemukan, Pengalaman

TRIBUN-MEDAN.COM,TAPUT- Setelah bencana gempa bumi melanda Kabupaten Tapanuli Utara, lokasi Salib Kasih ditutup pengelola.

Salib Kasih ditutup pengelola karena akses masuk juga tertutup material longsor pascakejadian gempa bumi, Sabtu (1/10/2022) kemarin.

Menurut laporan, setelah gempa bumi terjadi,�jalan sepanjang 50 meter menuju lokasi wisata Salib Kasih Siatas Barita putus total.�

Timbunan material tanah membuat jalanan tak bisa dilalui pengendara yang hendak ke Salib Kasih, maupun ke kawasan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara.

Terlihat, sejumlah pengendara harus menunggu lama proses pembersihan jalanan menggunakan alat berat.

Seorang pengelola destinasi wisata Salib Kasih Siatas Barita, Sahat Panggabean (33) menguraikan, jalan terputus pukul 02.30 WIB.

“Jalanan tidak bisa dilalui. Putus total, ada sepanjang 50 meter jalanan ditimbun longsoran tanah,” ujar Sahat.

Ia mengatakan, dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan.�

“Untuk sementara destinasi wisata Salib kasih kami tutup,” katanya.(tribun-medan.com)

962 rumah rusak

Bencana alam gempa bumi yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara merusak ratusan bangunan rumah warga dan fasilitas umum.

Berdasarkan data terbaru, gempa bumi di Taput ini merusak 962 rumah warga dan 184 fasilitas umum.

Bahkan kabar menyebutkan, bahwa air panas Sipoholon di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara juga mengering.

“Berdasarkan laporan data kerusakan yang kita terima, sebanyak 962 unit rumah penduduk rusak ringan dan berat, 67 unit rumah ibadah, dan 22 ruas jalan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Indra Sahat Hottua Simaremare, Sabtu (2/10/2022).

Indra mengatakan, untuk fasilitas umum, ada 9�unit jembatan rusak beserta, 17 fasilitas pendidikan, 2 unit fasilitas kesehatan, 25 unit kantor pemerintahan, 3 unit kantor swasta, dan 32 saluran irigasi.

Kerusakan lainnya adalah 12 unit tembok penahan tanah (TPT), 3 unit tiang PLN, 2 unit LPJU, dan 9 unit fasilitas air bersih.

“Ada satu orang korban meninggal dunia dan sebanyak 24 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini,” terangnya.

Kerusakan yang timbul akibat gempa bumi itu, kata Indra, tersebar di 15 kecamatan se Kabupaten Tapanuli Utara.

Isu air panas Sipoholon mengering

Setelah gempa bumi berkekuatan 6.0 skala richter melanda Kabupaten Tapanuli Utara, sumber air panas Sipoholon di Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara sempat diisukan mengering.

Info ini kemudian viral di media sosial.�

Namun, pengelola wisata air panas Sipoholon sekaligus warga sekitar membantah kabar tersebut.

Menurut Herbet Silaban (61), air panas Sipoholon bukan mengering, melainkan pindah aliran.�

“Bukan mengering, tap beralih arah aliran. Ternyata air tersebut tidak jalan pada jalur yang sebelumnya,” ujar Herbet Silaban.

Ia mengatakan, sumber air panas Sipoholon sebenarnya bukan hanya satu saja.

Ada beberapa titik sumber air panas Sipoholon.�

“Sumber airnya bukan cuma satu, ada beberapa bagian itu. Makanya ada yang tidak mengalir karena memang beralih arah, tapi ada juga yang terus mengalir,” katanya.

Setelah gempa bumi, pihaknya kemudian membuat tanggul darurat, agar air panas tersebut tak merembes ke tempat lain. Peralihan arah air panas tersebut terjadi sejak pukul 03.00 WIB hingga 17.00 WIB.�

“Maka kita sudah buat tanggul darurat. Kita isi karung dengan tanah, lalu kita tumpuk membentuk tanggul agar air bisa terkumpul dan mengalir kembali,” ujarnya.�

“Tadi sempat beralih arah sejak gempa hingga pukul 17.00 WIB,” sambungnya.�

Saat ini, air panas di Sipoholon sudah kembali normal, dan para pengunjung sudah bisa menikmatinya.�

“Kini sudah pulih, jadi enggak usah ragu lagi,” sambungnya.

Dari amatan Tribun-medan.com, sejumlah warga bahu membahu memperbaiki lokasi wisata air panas Sipoholon ini.(tribun-medan.com)