Berita

Sahroni Minta Polri Tilang Manual Pengendara Pemakai Pelat Palsu

otomotif, sahroni minta polri tilang manual pengendara pemakai pelat palsu

Wakil Ketua Komisi III DPR F-NasDem Ahmad Sahroni. Foto: DPR

Polri memastikan akan melakukan tilang manual kepada pengendara yang menggunakan pelat nomor palsu untuk menghindari tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni mengatakan, kebijakan Polri sudah seharusnya bisa cepat beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan.

“Pergeseran dari tilang manual ke tilang elektronik merupakan gebrakan besar yang tidak mungkin luput dari kekurangan,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (29/11).

“Tapi yang membuat kita salut adalah bagaimana Polri bisa mengatasi permasalahan dengan menjadi adaptif dari segi kebijakan,” lanjutnya.

otomotif, sahroni minta polri tilang manual pengendara pemakai pelat palsu

Barang bukti STNK dan TNKB palsu bernomer khusus yang di gelar saat konferensi pers di Lobi Polres Jakarta Utara, Tanjung Priok, Selasa (27/8). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sahroni meminta masyarakat taat kepada aturan yang ada dan tidak mencari-cari cara lain untuk menghindar. Ia berharap masyarakat tertib dengan aturan.

Jadi mohon masyarakat untuk mengikuti aturan yang ada dengan tertib. Jangan coba cari-cari celah lagi untuk mengakali peraturan karena walaupun pelanggar gerak cepat alias gercep dalam melanggar, namun polisi bisa lebih gercep lagi,” tegas Sahroni.

Tilang Manual Tetap Dipakai

otomotif, sahroni minta polri tilang manual pengendara pemakai pelat palsu

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11/2022). Foto: Ananta Erlangga/kumparan

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan, polisi tetap bisa melakukan tilang manual dengan kriteria pelanggaran tertentu, seperti menggunakan pelat palsu.

“Jadi tilang manual masih kita gunakan memang untuk menindak pelanggaran yang sudah (sengaja) untuk menghindari ETLE, tilang elektronik,” ucap Latif.

“Dengan adanya ETLE ini fenomena yang terjadi di masyarakat adalah mereka melepas daripada pelat nomor, memalsukannya. Ini tetap akan kita lakukan penindakan secara manual. Kita akan memeriksa, kita akan melihat nomornya. Kalau pelat nomor tidak ada kita akan cek,” lanjut Latif.