Menemukan

Pulau Sapeken Madura

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/fani_zi/

Lokasi: Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur Map: Klik Disini HTM: Free
Buka: Setiap hari (24 Jam)

Waktu liburan semakin dekat dan And masih bingung mau kemana? Jika Anda ingin mendapatkan paket lengkap dalam berwisata, datanglah ke salah satu pulau di Sumenep yang terkenal akan keindahan budaya, yakni Pulau Sapeken.

Informasi Umum

Pulau Sapeken memiliki ciri khas berupa budaya yang begitu kuat sehingga sangat cocok bagi Anda yang suka melakukan penelitian sosial tentang sejarah, budaya dan kebiasaan hidup bermasyarakat. Sayangnya, wisata alam yang dapat dikunjung terbilang sedikit, berbeda dengan pulau Saebus.

Meskipun demikian, Anda akan disuguhi pemandangan yang unik dari pulau ini. Hampir semua rumah-rumah di pulau Sapeken dibuat dengan bentuk panggung agar rumah tidak terendam air ketika pasang air laut.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/jejakbajo/

Atas Perairan

Beberapa rumah bahkan dibangun di atas perairan sehingga terlihat seperti rumah apung. Apabila Anda ingin berkunjung ke rumah apung tersebut, Anda harus menaiki perahu terlebih dahulu.

Wisatawan mancanegara sering menyebut pulau ini dengan istilah Sapeken Island. Pulau dengan pasir putih ini mampu menarik perhatian para wisatawan untuk datang. Wajib bagi Anda untuk menikmati pantai sebelum menjelajahi pulau lebih dalam.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/jejakbajo/

Banyak Kapal

Terdapat banyak kapal yang terparkir di tepi pantai karena tempat tersebut merupakan pelabuhan besar sebagai penghubung bagi pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pantai ini menjadi tempat bagi masyarakat sekitar untuk mencari nafkah sebagai nelayan.

Meskipun termasuk dalam pulau berukuran kecil, tapi pulau Sapeken memiliki failitas layaknya pulau besar lainnya.

Terdapat pasar yang berguna untuk menjual ikan hasil tangkapan dari nelayan. Selain pasar ikan, Anda juga akan menemukan pasar biasa yang menjual sayur, bumbu dapur, dan lainnya.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/diditherlambang/

Kehidupan masyarakat pulau ini terlihat sederhana, tapi perekonomiannya sudah terjamin, bahkan banyak juga yang hidup berkecukupan. Hal ini terlihat dari rumah-rumahnya yang cukup bagus. Tetapi, jangan berharap untuk melihat mobil di pulau ini.

Alat transportasi di pulau ini adalah motor dan untuk kendaraan umumnya adalah becak. Para nelayan biasanya menggunakan gerobak dorong guna mengangkut ikan hasil tangkapan menuju pasar desa.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/polres_sumenep/

Sebagian besar masyarakat Sapeken membeli kebutuhan atau perlengkapan sehari-hari ke Banyuwangi dengan berlayar. Melalui rute air ini dibutuhkan waktu sekitar 6 sampai 9 jam, sedangkan jika peta ke Kota Sumenep dibutuhkan waktu sekitar 12 jam.

Pulau Sapeken memiliki luas hingga 2.45 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar ribuan kepala keluarga. Jumlah penduduk ini cukup untuk memadati wilayah tersebut. Pulau ini dikelilingi oleh beberapa pulau, seperti pulau Saur.

Secara profil administrasi, pulau Sapeken memiliki 9 desa, yaitu Desa Paliat, Sapeken, Sekala, Tanjung Kiaok, Pangerungan Besar, Sabuntan, Pagerungan Kecil, Sepanjang, dan Desa Sasiil. Hampir semua desa berada di pulau yang berbeda, kecuali letak Desa Tanjung Kiaok yang berada di pulau ini.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/potretmadura/

Salah satu kekurangan dari pulau ini adalah keberadaan aliran listrik yang masih terbatas. Masyarakat dapat menikmati aliran listrik hanya pada sore hari menjelang petang hingga pagi hari.

Berbeda bagi masyarakat dengan perekonomian di atas rata-rata yang dapat menikmati listrik setiap saat. Padahal potensi wisata yang dimiliki pulau ini sangat banyak, seharusnya aliran listrik menjadi salah satu failitas yang harus tersedia di tempat wisata ini.

Keindahan Bawah Laut

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/daunpisah/

Kepulauan Sapeken juga memiliki keindahan alam mempesona. Pemandangan bawah laut di pulau ini sangatlah menakjubkan, terlebih dengan adanya terumbu karangnya. Tidak heran jika banyak wisatawan yang datang hanya untuk menikmati pesona bawah lautnya dan berfoto.

Keindahan alam yang lain berupa hutan mangrove. Diketahui jika hutan ini menyumbang sekitar 85% dari seluruh hutan mangrove di Jawa Timur. Selain untuk tempat wisata, hutan mangrove ini juga berguna sebagai bahan pupuk, kayu bakar, bangunan dan lainnya.

Sayangnya, penebangan liar dan abrasi membuat keamanan serta keindahan hutan berkurang. Pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menebang pohon seenaknya tanpa menanam kembali sehingga mengurangi kerimbunan pohon mangrove.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/kangeantravel/

Abrasi yang terlalu sering terjadi juga dapat merusak kualitas pohon sehingga mudah rusak atau menjadi rapuh.

Apabila hal ini terus terjadi, hutan mangrove akan terancam punah sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah lain, seperti bencana alam.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengamati atau turut berpartisipasi dalam beberapa aktivitas masyarakat lokal karena kebudayaan yang dimilikinya cukup unik. Anda akan mendapatkan sensasi yang berbeda dari kebiasaan hidup di perkotaan.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/kangeantravel/

Sebelum berkunjung ke tempat wisata ini, Anda dapat mendatangi wisata berupa kerajaan Singaraja terlebih dahulu. Dijamin liburan Anda akan lebih menyenangkan.

Sejarah Singkat

Istilah Sapeken ternyata memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan sejarah pulau tersebut. Pada masa lampau, orang yang pertama kami mendiami atau nenek moyang tidak berniat tinggal di pulau ini, melainkan sebagai tempat singgah agar nantinya dapat melanjutkan perjalanan.

menemukan, pengalaman, pulau sapeken madura

foto by instagram.com/kangeantravel/

Diketahui jika nenek moyang tinggal di pulau tersebut hanya satu minggu saja. Kisah inilah yang menjadi asal muasal nama pulau sapeken yang artinya satu pekan atau satu minggu.

Konon cerita, orang yang pertama kali datang ke pulau ini adalah orang Sulawesi Selatan. Hal ini tampak dari kesamaan bahasa yang digunakan, yaitu bahasa bajo yang masih digunakan sebagai bahasa daerah hingga sekarang.

Penduduknya pun sudah tercampur oleh masyarakat dari suku lain.