Menemukan

Pujawali di Pura Pasar Agung, Pendakian Gunung Agung Dilarang

menemukan, pengalaman, pujawali di pura pasar agung, pendakian gunung agung dilarang

Pujawali di Pura Pasar Agung, Pendakian Gunung Agung Dilarang

AMLAPURA– Wisatawan asal Amerika yang meninggal setelah terpeleset saat turun dari Gunung Agung menjadi perhatian banyak pihak. Padahal, selama ini aktivitas pendakian dilarang karena berlangsungnya rangkaian upacara Pujawali Purnama Kelima yang berlangsung di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Selat.

Humas Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, I Wayan Suara Arsana mengungkapkan, seharusnya ada kesadaran dari semua pihak terkait dengan larangan pendakian ke Puncak Gunung Agung selama berlangsungnya pujawali di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir. “Pendakian Gunung Agung ini tidak hanya melalui Pura Pasar Agung saja. Tapi untuk semua jalur keseluruhan seharusnya menjadi perhatian semua pihak,” kata Suara Arsana dikonfirmasi Sabtu (19/11).

Dengan adanya larangan serentak untuk menutup seluruh jalur pendakian selama proses upacara di Pura Pasar Agung, menurut Suara Arsana, hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kesucian Gunung Agung dan Pura itu sendiri. “Jadi imbauan larangan seharusnya dipatuhi untuk semua lingkar gunung, karena pusar agung adalah Gunung Agung secara keseluruhan bukan hanya di Sebudi saja,” ucapnya.

Hanya saja, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atau menerapkan larangan pada semua jalur pendakian. “Makanya butuh kesadaran semua pihak,” imbuhnya.

Kejadian yang terjadi pada Jumat lalu yang menewaskan salah seorang bule asal Amerika Serikat, menurut dia tidak hanya dari unsur kelalaian pendaki, namun secara niskala tentu ada hal-hal yang tidak bisa diabaikan. “Kita ketahui bersama Gunung Agung ini sangat disucikan, sehingga akan lebih baik selama Ida Bhatara nyejer menunda sementara untuk melaksanakan aktivitas pendakian ke puncak,” tandasnya. (zul)