Otomotif

Profil Putu Ayu Saraswati, Sosok Pemandu KTT G20 Bali yang Viral Disorot Warganet

Suara.com – Indotnesia – Nama Putu Ayu Saraswati sedang menjadi perbincangan warganet. Sosoknya viral karena berhasil menarik perhatian publik saat menjadi pemandu di KTT G20 di Bali kemarin.

Diketahui dalam perhelatan akbar KTT G20 yang berlangsung pada 15-16 November 2022 di Bali, terdapat pemandu yang bertugas mendampingi para pimpinan dunia yang menghadiri acara.

Ayu merupakan salah satu orang yang berkontribusi sebagai pemandu. Dia tertangkap kamera saat memandu pimpinan delegasi ketika tur ke area mangrove di Taman Hutan Raya (Tahura), Ngurah Rai, Bali.

Selain itu, dia juga berkesempatan melakukan wawancara terkait kesannya terlibat dalam rangkaian acara presidensi tersebut. Karena hal itulah nama Ayu Saraswati mulai disorot.

Lalu, sebenarnya siapa sosok Putu Ayu Saraswati?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut dan rasa penasaran kalian, berikut profil Putu Ayu Saraswati.

Putu Ayu Saraswati atau lebih dikenal dengan Ayu Saraswati adalah seorang Duta Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, praktisi medis, dan juga model.

Dia adalah lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Bali yang lahir dari seorang ibu asal Taiwan dan bapak berdarah Bali.

Wanita kelahiran 6 Juli 1997 di Denpasar, Bali itu juga merupakan Putri Bali 2020, 1st Runner-up Puteri Indonesia Lingkungan 2020, sekaligus gelar Miss International Indonesia 2020.

Ayusa (sapaan akrabnya) telah memulai perjalanan di dunia kontes sejak tahun 2015. Saat itu dia memenangkan gelar Jejeg Bali atau Duta Pariwisata Bali usia yang ke-18 tahun. Sejak itu dia terus berkembang dan menjadi duta di bidang kemanusiaan dan lingkungan.

Sejak 2020, Ayu Saraswati menjabat sebagai duta dan penasihat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan Duta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Dia juga seharusnya mewakili Indonesia di ajang Miss International 2020, tetapi karena pandemi acara penghargaan itu tertunda dan Saraswati memutuskan untuk melepaskan jabatannya.