Otomotif

Polisi Beberkan Hasil Otopsi Jenazah Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ditemukan Ada Tinja dalam Jasad, Apa Artinya?

Polisi Beberkan Hasil Otopsi Jenazah Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ditemukan Ada Tinja dalam Jasad, Apa Artinya?

otomotif, polisi beberkan hasil otopsi jenazah satu keluarga yang tewas di kalideres, ditemukan ada tinja dalam jasad, apa artinya?

Perkembangan kasus satu keluarga yang tewas di Kalideres. Istimewa

Polisi Beberkan Hasil Otopsi Jenazah Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres, Ditemukan Ada Tinja dalam Jasad, Apa Artinya?

Penyidik Polda Metro Jaya bersama Tim Kedokteran Forensik menemukan feses dalam proses otopsi empat jenazah satu keluarga tersebut.

Grid.ID / W-Stories

Mia Della Vita, None November 24th, 5:27 PM November 24th, 5:27 PM

Grid.ID – Ada temuan baru terkait misteri tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.

Kali ini, penyidik Polda Metro Jaya bersama Tim Kedokteran Forensik menemukan feses dalam proses otopsi empat jenazah satu keluarga tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11/2022).

“Iya, jadi kemarin, berdasarkan keterangan dari kedokteran forensik, kami menemukan feses,” ujar Hengki.

Menurut Hengki, feses atau tinja yang ditemukan pada empat jenazah tersebut tengah diteliti lebih lanjut oleh tim ahli di laboratorium forensik.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui soal kandungan yang ada di dalam feses tersebut.

Hengki menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan hasil penelitian terhadap feses tersebut bisa mengungkap penyebab tewasnya empat orang itu.

“Apakah arti dari pada temuan otopsi itu? Nanti ahli yang menjelaskan.”

“Mungkin bisa mengungkap atau justru mematahkan praduga yang selama ini, kami belum tahu,” sebut dia.

Temuan 4 mayat dalam satu rumah

Sebagaimana diketahui, empat orang anggota keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya, Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat, pada 10 November 2022.

Jasad satu keluarga yang telah membusuk itu ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang merasa terganggu dengan bau tak sedap di dekat rumah tersebut.

Keempat jasad itu, yakni Rudyanto Gunawan (71) yang ditemukan dalam posisi tertidur di atas kasur di kamar belakang.

Kemudian, istri Rudyanto bernama Margaretha Gunawan (68) ditemukan di kamar depan dalam posisi tertidur di atas kasur.

Di kamar yang sama juga ditemukan jasad anak dari Rudyanto-Margaretha bernama Dian (40), tetapi letaknya di lantai.

Terakhir, ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan yang ditemukan dalam posisi telentang di sofa ruang tamu.

Polisi menduga mereka meninggal dunia dalam waktu yang berbeda-beda.

Namun, waktu kematian satu keluarga yang dikenal sangat tertutup dari lingkungan sekitar itu diperkirakan terjadi lebih dari dua pekan sebelum jasad ditemukan.

Tak ada tanda kekerasan pada jasad mereka. Belum pula ditemukan zat/unsur berbahaya di organ dalam.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah tidak ditemukan sari-sari makanan di lambung keempat korban tewas tersebut.

Polisi masih menyelidiki penyebab kematian satu keluarga itu. Jasad keempatnya hingga kini masih diperiksa petugas laboratorium forensik di RS Polri, Kramajati, Jakarta Timur.

Sejauh ini, penyidik telah memegang sejumlah bukti dan petunjuk, mulai dari hasil otopsi empat jasad, barang-barang di tempat kejadian perkara, keterangan para saksi, baik tetangga, ketua RT maupun RW, hingga keluarga korban.

Hasil penelusuran jejak digital pada ponsel para korban pun telah dikantongi.

Temuan-temuan tersebut nantinya akan dirangkai dan dicocokkan satu sama lain sehingga diharapkan dapat membuka tabir gelap yang selama ini menyelimuti kasus ini.

Untuk merangkai segala temuan itu agar mengarah pada kesimpulan kasus, penyidik menggandeng sejumlah ahli.

Ahli yang turut dilibatkan antara lain ahli di bidang medical forensik kolegal, ahli di bidang patologi anatomi, ahli toksikologi, dan ahli DNA.

(*)