Kuliner

Petani Cokelat di Lampung Mendapatkan Kabar Gembira dari Disperindag

kuliner, petani cokelat di lampung mendapatkan kabar gembira dari disperindag

Petani Cokelat di Lampung Mendapatkan Kabar Gembira dari Disperindag

lampung.jpnn.com, BANDAR LAMPUNG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung memfasilitasi perbaikan kualitas produk cokelat yang ada di daerahnya agar lebih kompetitif di pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Elvira Umihanni mengatakan di Provinsi Lampung sudah ada pelaku usaha industri cokelat dengan kualitas premium.

“Ini harus diperluas,” kata dia dilansir Antara Bandar Lampung, Minggu (21/11).

Perluasan industri pengolahan kakao menjadi cokelat di Lampung perlu dilakukan. Sebab, komoditas tersebut memiliki potensi ekspor yang cukup tinggi.

“Terus difasilitasi untuk perbaikan kualitas produk cokelat. Bila peluang ekspornya bagus dan ada kebijakan untuk ditingkatkan akan terus kami dorong pelaku usaha yang sudah baik serta IKM yang ada di daerah agar meningkatkan kapasitas produksi,” katanya.

Dia menjelaskan dalam memfasilitasi perbaikan kualitas produk cokelat Lampung, pihaknya akan memberikan bantuan alat bagi petani untuk pengelolaan serta memfermentasi biji kakao.

“Jadi, nanti ada bantuan alat, minimal dapat membantu petani untuk mengelola biji kakao panen yang dihasilkan. Dari awalnya hanya menjual biji mentah, agar bisa difermentasikan serta diolah menjadi bubuk cokelat hingga mendapatkan nilai tambah,” ucap dia.

Dia mengharapkan pula pabrik mampu menerima hasil olahan kakao menjadi bubuk cokelat milik petani yang telah di olah secara mandiri.

Di sisi lain kadis juga menilai akan lebih bagus lagi jika petani sudah mengelola berbentuk bubuk cokelat, lalu pabrik yang memang sudah besar mampu menerima bubuk tersebut.

Menurut dia, untuk memperluas dan memperbaiki kapasitas produksi industri cokelat tentunya harus terjalin kemitraan antara pelaku usaha cokelat besar dengan IKM cokelat.

“Cokelat ini ada sentranya di Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Timur, Pringsewu, dan di sekitar Pesawaran. Jadi, hilirisasi produk turunan oleh IKM akan juga berlangsung bersamaan dengan komoditas lain seperti kopi serta lada,” tambahnya.

Di Lampung, komoditas kakao menjadi salah satu komoditas unggulan, yang mana pada 2018 tercatat produksi kakao Lampung mencapai 58.638 ton, dengan Kabupaten Pesawaran sebagai penyumbang produksi terbanyak yakni mencapai 30.059 ton.

Pada 2020, luasan lahan kakao Lampung tercatat ada 79.356 hektare dengan produksi 58.852 ton bila dihitung per hektare dapat menghasilkan 900 kilogram biji kakao. (antara/jpnn)