Menemukan

Peta Karya Piri Reis Jadi Acuan Penjelajah Dunia

menemukan, pengalaman, peta karya piri reis jadi acuan penjelajah dunia

Peta Piri Reis

REPUBLIKA.CO.ID,Setelah melampaui beberapa masa, lahirlah ahli geografi Turki yang paling menonjol. Dialah Muhiddin Piri Reis yang banyak menghasilkan karya gemilang di bidang geografi dan navigasi laut.

Selain geografi, ia juga tertarik pada kartografi (ilmu yang mempelajari pembuatan peta). Sebuah peta dunia ia selesaikan pada 1513. Peta dunia dari kulit binatang ini terbagi dalam dua bagian, masing-masing berukuran 90×65 cm. Namun, hanya peta bumi bagian barat yang disimpan dan diawetkan di Museum Topkapi, Istanbul. Bagian ini menggambarkan wilayah timur Amerika, bagian barat Afrika, Portugal, Spanyol, dan Samudra Atlantik.

Peta ini sangat menarik karena tampil dengan gambar-gambar berwarna. Reis pun melengkapinya dengan ilustrasi dan catatan yang relevan tentang kehidupan rakyat, hewan, dan tanaman setempat. Peta ini juga kerap disebut portolano karena di dalamnya ada penggunaan skala dan perhitungan matematis.

Karya Piri Reis yang berjumlah puluhan lahir selama tiga periode perjalanan keilmuannya. Ada delapan peta karyanya yang dikenal sebagai peta Mappa Mundi. Peta ini menjadi acuan bangsa-bangsa penjelajah benua, seperti Portugis, India, bahkan penemu benua Amerika, Christopher Columbus.

Seperti peta kontemporer lainnya, peta buatan Reis tidak memiliki garis bujur atau lintang. Meski demikian, ada dua penunjuk arah mata angin, satu di utara dan lainnya di selatan. Di setiap penunjuk arah mata angin itu terdapat garis yang terbagi menjadi 32 bagian dan garis pemisah yang diperluas di luar area peta.

Di petanya, Reis menandai pegunungan dengan garis besar dan sungai-sungai dengan garis tebal. Sedangkan daerah berbatu ditunjukkan dengan warna hitam, air berpasir dan dangkal dengan titik kemerahan, dan bagian-bagian berbatu di laut yang tidak dapat dilihat oleh para pelaut dengan tanda salib.

Pada tahun 1528, Reis menyelesaikan petanya yang kedua. Kali ini ia hanya menggambarkan belahan bumi bagian barat berukuran 68×69 cm. Peta ini pun kaya warna dengan angka-angka di pinggiran peta sebagai catatan penjelasan. Pada peta kedua ini, Reis telah menggambarkan dua samudera besar, Samudera Hindia dan Laut Cina, tapi belum diberi nama.

Oleh Reis, peta ini dilengkapi dengan empat tanda mata angin dan gambar Tropic of Cancer, yang tidak ditampilkan dalam petanya yang pertama. Perbedaan lainnya terletak pada skala yang digunakan. Skala pada peta kedua lebih besar dari yang pertama. Begitu pula, gambar dari garis pantai ditampilkan dengan teknik yang lebih baik dan mirip dengan konsep modern. Ini menunjukkan perkembangan ilmu geografi Turki yang begitu pesat.

Spesifikasi Reis tentang penggambaran laut dikumpulkan dalam Kitab-i Bahriya. Kitab ini terdiri atas 209 bab dengan 215 peta, grafik, dan gambar. Dalam setiap bab, ia menggambarkan peta besar.

Kitab-i Bahriya didedikasikan untuk pemimpin Turki pada masa itu, Sultan Selim I. Pada pengantar bukunya, Reis mengatakan peta adalah penggambaran bentuk laut dan angin yang dipindahkan di atas kulit. Ia menekankan, penggambaran bumi ini memerlukan pengetahuan yang mendalam dan tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun.

Pada masanya, Reis kondang sebagai ilmuwan sekaligus ulama yang cerdas. Selain bahasa ibunya, ia juga fasih berbahasa Yunani, Italia, Spanyol, dan Portugis. Ilmuwan kebanggaan Turki ini wafat pada 1554.