Kuliner

Penelitian Guru Besar Unpad: Teknologi Transgenesis Tingkatkan Performa Pertumbuhan Ikan Lele

kuliner, penelitian guru besar unpad: teknologi transgenesis tingkatkan performa pertumbuhan ikan lele

Teknologi produksi ikan lele melalui transgenesis akan menghasilkan perbaikan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ikan nontransgenik.

Jakarta: Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (Unpad) Ibnu Dwi Buwono mengatakan rekayasa teknologi produksi ikan lele melalui transgenesis akan menghasilkan perbaikan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ikan nontransgenik. Ikan transgenik dapat menguntungkan usaha budi daya ikan.

“Perbaikan pertumbuhan ikan melalui teknologi  transgenesis atau transfer gen Growth Hormone pada ikan sekerabat menunjukkan peningkatan pertumbuhan lebih tinggi dibanding ikan nontransgenik. Hal ini memberikan harapan besar dalam budi daya ikan untuk  meningkatkan produksi hasil panen,” kata Ibnu saat membaca orasi ilmiah dalam penerimaan jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Genetika dan Bioteknologi dikutip dari laman unpad.ac.id, Jumat, 18 November 2022.

Ibnu membacakan orasi ilmiah berjudul “Pertumbuhan Super Ikan Lele (Clarias Gariepinus) Strain Mutiaratransgenik-GH”. Ibnu menjelaskan dengan teknologi transgenesis, pertumbuhan ikan yang cepat  dan tingginya efisiensi penggunaan pakan akan memberikan pengaruh signifikan terhadap berkurangnya masa budidaya dan biaya pakan sehingga menguntungkan usaha budidaya ikan.

Melalui aplikasi teknologi transgenesis, Ibnu meningkatkan performa pertumbuhan ikan lele mutiara. Dalam penelitiannya, Ibnu mentransfer gen penyandi hormon pertumbuhan ikan lele dumbo ke dalam sperma  ikan lele mutiara.

Selanjutnya, sperma lele mutiara difertilisasikan dengan telur ikan lele mutiara dan menghasilkan ikan  lele mutiara transgenik-GH.

“Manfaat penerapan transgenesis pada ikan lele mutiara ini membuat ikan cepat tumbuh, oleh karena  adanya over ekspresi hormon pertumbuhan ikan, menjadikan ikan lele unggul (super growth) seperti  yang diharapkan pembudidaya lele,” papar Ibnu.

Ibnu menemukan bahwa tingkat ekspresi pertumbuhan ikan lele mutiara transgenik relatif stabil, ditunjukkan pada G0 (dua kali), G1 (tiga kali), G2  (3-4 kali), G3 (2-3 kali) dan G4 (1,9-2,3). Pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang ikan non-transgenik.

“Stabilitas pewarisan karakter pertumbuhan super pada generasi G0 sampai G4 pada ikan lele mutiara transgenik ini menunjukkan bahwa GH eksogen diwariskan secara permanen pada setiap generasi,” ujar Ibnu.

Ibnu menilai ikan dengan laju pertumbuhan cepat dapat menyebabkan kematangan gonad lebih cepat dibandingkan dengan ikan normal. Sehingga menghasilkan kemampuan reproduksi lebih awal.

Ibnu mengatakan keunggulan genetik ikan transgenik harus dapat diwariskan biologis kepada generasi  berikutnya dalam upaya mempertahankan superioritas ikan tersebut. Stabilitas transmisi GH eksogen pada setiap generasi ikan lele Mutiara transgenik ini memberikan harapan besar untuk memproduksi ikan lele unggul secara massal.

“Budidaya ikan transgenik merupakan salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan ikan dan memperpendek masa budidaya ikan,” ujar Ibnu.