Berita

Pemerintah Siapkan Subsidi, Konversi Motor Listrik Bisa Diskon Setengah Harga

otomotif, pemerintah siapkan subsidi, konversi motor listrik bisa diskon setengah harga

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) sekaligus Ketua Umum Periklindo Moeldoko (kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Menteri ESDM Arifin Tasrif (kedua kiri), dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono (kiri) berfoto bersama. Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Pemerintah tengah menyiapkan subsidi bagi masyarakat yang melakukan konversi kendaraan mereka menjadi kendaraan listrik. Menteri Perhubungan(Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, kini format pemberian subsidi tersebut tengah digodok.

Budi mencontohkan, saat ini biaya untuk melakukan konversi motor listrik di kisaran Rp 15 juta. Dengan subsidi yang disiapkan pemerintah, masyarakat bisa dikenakan tarif yang lebih murah.

“Tapi kalau katakanlah disubsidi setengahnya, kan lumayan cuma Rp 7,5 juta, dan dengan Rp 7,5 juta cost harian Anda turun 80 persen. Itu yang diharapkan,” kata Budi saat ditemui di Gedung DPR, Kamis (24/11).

“Dan dalam skala besar apabila subsidi itu intensif, break even point-nya dalam 3 tahun,” sambung Menhub.

Budi menegaskan, dalam membuat format subsidi ini pemerintah melakukannya dengan hati-hati sehingga pemberian subsidi bisa tepat sasaran.

“Karena kita tak ingin subsidi di tempat yang salah. Makannya kita akan memperhatikan karena subsidi itu tidak cuma motor baru tapi motor konversi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan insentif untuk kendaraan listrik tak hanya diberikan ke produsen, tapi juga konsumen kendaraan listrik.

Insentif juga akan diberikan ke angkutan umum yang mau konversi ke kendaraan listrik yang pembahasannya sudah selesai. Namun dia belum mau membeberkan detailnya.

Secara keseluruhan, kata dia, insentif untuk konsumen dan angkutan umum yang beralih kendaraan listrik akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kita rapat terus tentang mobil listrik bagaimana mikirin insentif agar (Indonesia) jadi market terbesar di Asia, karena di Thailand dan Vietnam bagus itu insentifnya,” katanya pada acara peluncuran ‘Touring Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai’ di Monas, Senin (7/11).