Dunia

PBB: Pariwisata Global Capai 70 Persen dari Tingkat Pra-Pandemi

menemukan, pengalaman, pbb: pariwisata global capai 70 persen dari tingkat pra-pandemi

Wisatawan mengunjungi Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (17/9/2022). Kunjungan wisatawan ke Nusa Penida yang merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Bali itu saat ini terus meningkat dengan rata-rata kunjungan 2.000 hingga 3.000 orang wisatawan per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Organisasi Pariwisata Dunia PBB atau United Nations World Tourism Organization (UNWTO) mengungkapkan, pariwisata global saat ini telah mencapai 70 persen dari tingkat pra-pandemi. Meski sudah ada kemajuan menuju pemulihan sektor pariwisata, UNWTO berpendapat, jendela peluang tidak akan tetap terbuka selamanya.

“Kita perlu memikirkan kembali pariwisata: sebagai penyedia lapangan kerja, pilar ekonomi, dan dengan latar belakang COP27 (Konforensi Iklim PBB), sebagai solusi darurat iklim,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili dalam acara “Rethinking Tourism”, Selasa (8/11/2022).

Acara Rethinking Tourism memang digelar di sela-sela perhelatan COP27 di Mesir. Rethinking Tourism mengumpulkan para menteri, delegasi tingkat tinggi, dan pemimpin bisnis dari 19 negara. Tujuannya adalah untuk merefleksikan relevansi global dari sektor pariwisata, keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.

Menyajikan ikhtisar pekerjaan UNWTO, Pololikashvili menekankan perlunya lebih banyak investasi dalam infrastruktur berkelanjutan dan pada manusia. Terutama melalui pendidikan berkualitas dan menyediakan pekerjaan yang layak. “Tugas kita adalah menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Menurut UNWTO, sektor pariwisata menyumbang satu dari 10 pekerjaan di seluruh dunia. Sektor tersebut telah menyediakan jutaan mata pencaharian, tak hanya untuk masyarakat di negara berkembang, tapi juga negara maju.

Pandemi Covid-19 telah memukul keras industri pariwisata dunia. Pada masa awal pandemi tahun 2020, sektor pariwisata benar-benar terbenam. Hampir seluruh negara di dunia memberlakukan larangan perjalanan dan menutup perbatasan mereka untuk turis. Sementara di dalam negeri, pemerintah menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk mengekang penyebaran Covid-19.