Otomotif

Pasutri Maling Motor Enam Lokasi, Suami Didor

otomotif, pasutri maling motor enam lokasi, suami didor

Pasutri Maling Motor Enam Lokasi, Suami Didor

NEGARA – Pencurian motor (curanmor) yang marak terjadi dalam sebulan terakhir di wilayah hukum Polres Jembrana, ternyata dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri), tersangka Sukron, 23 dan Jamilatul Rosidah, 23.

Pasutri asal Jember yang tinggal di Kelurahan Pendem, Jembrana,  ini, memotong motor menjadi beberapa bagian lalu dijual ke loak dan rongsokan diduga untuk menghilangkan jejak.

Pencurian motor yang dilakukan pasutri ini terjadi di enam tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Lima TKP berada di wilayah hukum Polres Jembrana dan satu TKP di wilayah Polsek Gerokgak, Buleleng. “Pencurian enam TKP ini dilakukan selama bulan November ini,” kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, didampingi  Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata, Selasa (22/11).

Dalam melancarkan aksinya, pasutri ini lebih dulu memantau situasi. Ketika ada motor yang diincar, lalu berbagai peran. Tersangka Sukron menjadi pelaku pencurian motor, sedangkan istrinya mengantar dan memantau situasi saat suaminya beraksi melalukan pencurian. “Modusnya ada yang menggunakan alat untuk bongkar kunci dan ada juga yang kuncinya nyantol di motor,” terangnya.

Setelah berhasil membawa kabur motor, lalu dibawa ke tempat kosnya di wilayah Kelurahan Pendem. Dari total 6 unit motor yang dicuri, satu motor sudah dijual seharga Rp 2,5 juta, dua motor sudah dipisahkan beberapa bagian sparepart untuk dijual dengan harga rata-rata Rp 500 ribu, sesuai dengan jenis barang ke rongsokan dan penjualan sparepart kendaraan bekas  “Sisanya masih ada motor yang belum dipecah dan belum dijual,” ungkapnya.

Pengungkapan pencurian motor oleh pasutri ini, bermula dari informasi masyarakat bahwa ada seorang warga sering menjual spare part sepeda motor ke tempat rongsokan. Setelah diselidiki ternyata pelaku pencurian motor, diduga motor dipecah beberapa bagian untuk menghapus jejak pencurian.

Pasutri tersangka curanmor ini ditangkap tim tim yang dipimpin Kanit 1 Reskrim IPTU I Gede Alit Darmana, Minggu (20 /11) sekitar pukul 23.30 WITA, saat mengendarai motor di Jalan Desa Delodberawah, Mendoyo.

Ternyata, motor tanpa pelat nomor polisi yang digunakan merupakan salah satu motor yang hilang di TKP Desa Yehsumbul, Mendoyo. “Selanjutnya dilakukan interogasi mengakui mencuri motor di beberapa TKP,” ujarnya.

Tersangka Sukron, terpaksa ditembak pada bagian betis kiri. Karena pada saat penangkapan, tersangka sempat berusaha kabur, sehingga dilakukan penembakan dengan terukur untuk melumpuhkan tersangka.

Kedua tersangka pasutri ini mengaku baru pertama kali berurusan dengan hukum. Berbekal pengalaman selama bekerja di tempat penampungan rongsokan, kemudian setelah berhenti bekerja muncul niat untuk melakukan pencurian “Karena terpaksa pak,” kata Rosidah.

Pasutri yang menikah sejak tiga tahun lalu itu, mengaku sudah lama tinggal di Bali dan bekerja serabutan. Pencurian motor terpaksa dilakukan dengan dalih untuk biaya hidup sehari hari dan pengobatan ibu dari Rosidah yang sakit sejak dua tahun lalu. “Buat makan dan pengobatan ibu,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.  (m.basir/radar bali)