Berita

Pabrik Vespa Di Bekasi Bisa Hasilkan 10 Ribu Unit Per Tahun

otomotif, pabrik vespa di bekasi bisa hasilkan 10 ribu unit per tahun

PT Piaggio Indonesia merinci dalam 1 harinya pabrik bisa memproduksi 40 unit sepeda motor per harinya saat ini.

Jakarta: Piaggio Group mulai melakukan perakitan lokal di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di momen awal operasional ini, ditargetkan pabrik ini bisa menghasilkan 10 ribu unit sepeda motor dalam 1 tahun.

 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan fasilitas perakitan di lahan seluas enam hektare tersebut dibangun dengan cukup cepat dan saat ini telah memasuki fase komersial.

 

“Peresmian hari ini sangat monumental, dimulai sejak peletakan batu pertama yang saya lakukan pada 9 November 2021 lalu dan hari ini kita menyaksikan fasilitas produksi telah memulai operasional komersialnya dengan kapasitas produksi awal 10.000 unit per tahun,” kata Agus pada Rabu (23-11-2022) saat meresmikan pabrik.

 

Public Relations Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, merinci dalam 1 harinya pabrik bisa memproduksi 40 unit sepeda motor per harinya saat ini. Sayangnya, dia belum bisa merinci operasional pabrik dan unit yang dirakit lokal baru model Vespa LX 125 i-Get.

 

Maka bila dirinci 40 unit per hari, maka dalam sebulan (22 hari kerja) maka akan mendapatkan 880 unit. Sedangkan dalam 1 tahunnya bisa memproduksi 10.560 unit Vespa.

 

Hanya saja dia menyebutkan bahwa untuk proses perakitan 1 unit sepeda motor memakan waktu 3 jam. “Sepanjang line (baris produksi) kurang lebih tiga jam dari awal sampai akhir,” kata Ayu.

 

Selain itu, Ayu juga belum bisa mengungkapkan seberapa besar kandungan komponen lokal yang digunakan. “Karena ini masih baru, kesempatan berikutnya akan kami sampaikan,” tutur Ayu.

 

Agus kemudian meminta merek sepeda motor asal Italia tersebut untuk mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal, khususnya komponen produksi Industri Kecil Menengah (IKM).

 

“Kami mengharapkan Piaggio Indonesia dapat mendukung IKM komponen masuk ke dalam global supply chain serta mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ujar Agus.