Menemukan

Opini : Makna Sopi Dalam Budaya NTT

Oleh : Afret Otu

( Mahasiswa Pasca Sarjana Kajian Pariwisata Universitas Udayana, Bali )

POS-KUPANG.COM -�Nusa Tenggara Timur ( NTT ) merupakan Provinsi yang terletak paling Timur dari Indonesia, NTT dikenal dengan sebutan Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) yang merupakan empat pulau besar di NTT kemudia disusul sejumlah pulau seperti Sabu, Rote yang merupakan pulau terselatan Indonesia dan juga pulau-pulau kecil lainnya, NTT memiliki banyak sekali potensi pariwisata, baik alamnya yang eksotis dan juga budayanya yang beragam di setiap pulau-pulanya, karena keindahnya yang dimiliki NTT, kini mata Indonesia dan Internasional menelisik NTT sebagai miniatur Indonesia.

Ada yang unik yang jarang diketahui bahkan hampir terlupakan yakni tradisi �tua botil mese� , tua artinya sopi, botil artinya botol, mese artiya satu, secara harafiah tua botil mese artinya sopi satu botol, tua botil mese dalam tradisi budaya NTT memiliki banyak simbol baik itu simbol pemersatu, simbol pendamai yang sudah diwariskan oleh leluhur NTT, tua botil mese itu bisa digunakan dalam berbagai acara budaya dan hal itu sudah melekat pada setiap tradisi kebudayaan orang NTT, tua botil mese itu sebutan bagi orang orang Timor yang berbahasa dawan sedangkan dalam bahasa Manggarai menyebutnya dengan sebutan �sopi ca botol� sebutan itu beragam disemua pulau yang ada di NTT karena NTT dikenal dengan banyak bahasa daerah atau lokalnya tidak hanya disetiap pulaunya tetapi akan ditemukan bahasa daerahnya berbeda meskipun bertetangga desa, meskipun memiliki sebutan yang berbeda-beda tetapi memiliki makna yang dalam.

Sopi satu botol memiiki harga dan makna budaya yang sangat mahal harganya, dalam tradisi budaya Timor sopi satu botol memiliki harga yang setara dengan budaya belis atau mahar yang digunakan dalam acara pernikahan saat seorang laki-laki hendak meminang seorang perempuan, sopi satu botol juga menjadi simbol pendamai ketika seseorang atau sekelompok orang telah bermusuhan berpuluh-puluh tahun, sopi satu botol dapat saja mewakili puluhan juta bahkan ratusan juta dalam acara mahar atau belis, sopi satu botol juga mewakili seribu bahasa yang mampu meredam nyala api amarah dan akhirnya seseorang atau sekolompok orang dapat berdamai, sopi satu botol itu dapat dituangkan dalam satu sloki kemudian disodorkan kepada �amaf-amaf� atau pembesar-pembesar secara bergantian kemudian segala urusan adat akan berjalan dengan kondusif.

Tua botil mese pada orang NTT dapat diasumsikan memiliki harga, makna dan integritas budaya yang tinggi yang terkandung didalamnya. Makna atau harga dan integritas dari tua atau sopi merupakan kearifan lokal yang masih ada hingga kini, kearifan lokal itu merupakan potensi budaya yang harus dilestarikan keberadaannya agar makna suistainbility atau berkelanjutannya tetap ada dari generasi ke generasi.

Pemerintah Provinsi NTT mengambil langkah dalam melegalkan produk lokal sophia sebagai bentuk atau upaya dalam mempertahankan produk-produk lokal karena warisan budaya berupa produk lokal adalah habit atau kebiasaan yang sudah tertanam kuat dan tidak bisa dipungkiri bahwa hal itu ada, harus diterimah dan diakui bahwa itu produk lokal dan kearifan lokal yang harus dipahami secara the concept of pluralisme atau konsep pemikiran yang pluralisme.

Bali yang populer dengan pariwisatanya didunia menjunjung tinggi kearifan lokalnya dimana minuman beralkoholnya yakni arak atau yang dikenal di NTT dengan sebutan sopi itu diakui dimata dunia dan memiliki harga yang tinggi.

Pemerintah Provinsi Bali bahkan berupaya keras sehingga araknya yang merupakan produk lokal dapat menjadi minuman legal yang diakui dunia dan masuk dalam warisan budaya takbenda (WTBTb) oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristek), bahkan arak Bali menjadi welcome drink atau minuman penyambut dalam pelaksanaan event internasional G20 yang dihadiri petinggi dari 17 negara didunia yang hadir di Bali.

Dikutip dari CNN Indonesia penetapan tersebut, dituangkan dalam surat keputusan (SK) Mentri Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Indonesia Nomor 414/P/2022 tentang penetapan WBTb Indonesia tahun 2022, Gubernur Bali, Wayan Koster meminta masyarakat Bali agar merawat, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya tersebut.

Sopi merupakan warisan budaya dan merupakan aset pariwisata yang memiliki harga dan nilai jual yang jika dipertahankan nilai luhur itu tidak hanya dijual dan dikenal ditingkat lokal, ataupun nasional tetapi internasional.

Kepariwisataan dalam kehidupan sehari-hari adalah kegiatan yang ditunjang oleh beragam kearifan lokal yang indah dan menjadi aset lokal yang memiliki value cost atau nilai jual dan juga impact bagi kesejahteraan masyarakat, hal ini sejalan dengan pembangunan pariwisata poverty reduction yang terkandung dalam misi pariwisata dunia. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS