Berita

Muncul Istilah Warteg Subsidi, Apa Bedanya dengan Warteg Biasa?

kuliner, muncul istilah warteg subsidi, apa bedanya dengan warteg biasa?

Warteg Subsidi Bahari Kukusan, Depok. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan

Eksistensi warteg alias warung Tegal tak perlu diragukan lagi di Jabodetabek. Harga makanannya yang murah dan menu yang beragam memang bikin warteg tetap disuka.

Nah, ternyata ada warteg biasa dan warteg subsidi, lho. Apa perbedaannya?

Abdul Somad, perwakilan dari warteg franchise Kharisma Bahari Group menuturkan, pada warteg subsidi ada harga yang disubsidikan. Sementara penjualan di warteg seperti Kharisma Bahari lebih fleksibel.

“Kopi hitam kalau di Kharisma atau tempat-tempat kopi lain itu Rp 3.000 Kalau di warkop subsidi itu Rp 2.000. Jadi sebetulnya, ya, boleh dikatakan trik marketing, lah, ya,” kata Abdul saat dihubungi kumparan.

Harga makanan pun lebih murah dari warteg biasa.

“Istilahnya harga yang dikatakan, kami turunkan dari harga-harga warteg lain, seperti itu,” imbuhnya.

kuliner, muncul istilah warteg subsidi, apa bedanya dengan warteg biasa?

Menu ikan dan lauk pauk lain di Warteg Subsidi Bahari, Kukusan, Depok. Foto: Riad Nur Hikmah/kumparan

Penjualan yang lebih murah ini mulanya digaungkan oleh pendiri Kharisma Bahari, Sayudi. Itu merupakan trik marketing yang digagasnya. Jadi, harga yang disubsidi ini ada juga yang diterapkan di Kharisma Bahari.

Meski begitu, kualitas yang ditawarkan tidak berbeda dari warteg biasa. Rasanya pun sama.

“Mungkin di warteg subsidi itu ada berapa item yang harganya di subsidikan gitu. Enggak semuanya jadi cuma beberapa item, cuma 8 item kalau enggak salah. Dari teh manisnya cuma Rp 2.000, dari es tawarnya gratis, dari kopinya cuma Rp 2.000, nasi telur cuma Rp 7.000,” jelas Abdul.