Otomotif

Mobil Avanza dan Towing Mampu Dievakuasi dari Timbunan Tanah Longsor, Keberadaan Sopir Masih Misteri

Otomotif

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CUGENANG – Proses evakuasi korban yang tertimbun material tanah longsor di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Desa Ciberueum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus dilakukan.

Sampai saat ini, proses evakuasi yang sudah dilakukan dari pagi hari ini, baru bisa membuahkan hasil dengan ditemukannya dua jasad yang satunya merupakan perempuan dalam posisi meninggal dunia.

Lalu, Tim SAR gabungan berhasil mengeluarkan bangkai mobil towing dan mobil avanza berwarna hitam bernomor polisi B 1867 TYL.

Mobil towing dan Avanza hitam ini tertelan longsoran tebingan yang kurang lebih memiliki tinggi hampir 20 meter pada Senin (21/11/2022) lalu.

Mobil towing dan avanza hitam ini pun terlihat ringsek bahkan towing yang membawa avanza hitam pun hampir hilang semua bagian mobilnya.

Mobil towing ini terungkap sedang dikendarai oleh pemuda bernama Ali warga Desa Cimayang, Kecamatan Cugenang, Kabypaten Cianjur, berusia 23 tahun.

Namun, Ali bersama satu orang temannya keberadaannya masih misterius dan belum ditemukan.

“Mobil Avanza hitam lagi kosong. Nah, di towing ini adik saya (Ali) sama temannya,” kata Nurdin (42) kakak kandung dari Ali yang menunggu proses evakuasi adiknya, Kamis (24/11/2022).

Menurut Nurdin, adiknya yang berada di towing ini, hendak mengarah ke wilayah Cipanas untuk mentowing Avanza hitam.

Namun, saat berada di sekitaran longsor, sebelum longsor towing yang dikendarai adiknya parkir untuk istirahat di warung sekitaran TKP longsor.

“Towing inu menuju Cianjur menuju Cipanas. Sampai di Cipanas naikin mobil Avanza yang warna hitam itu. Pas dari Cipanas lewat sini kena gempa. Nah, posisinya lagi berenti ngopi,” ungkapnya.

Dirinya pun sempat tidak percaya bahwa yang tertelan longsor itu adalah adiknya.

Nurdin bahkan memastikan hal lantaran jarak dari Cipanas menunu Cianjur itu tidak perlu membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.

“Komunikasinya itu mobil diperkirakan ga lama Cipanas sampai Cianjur. Lagi ngopi istirahat disini saya ngelihatnya. Kenapa saya bilang gitu, kalau memang lagi melintas, adik saya ada di towing. Ini gaada. Cuman sisa mobil towingnya aja,” tambahnya.

Nurdin pun merasa panik dan langsung memastikan hal itu ke rumah sakit terdekat.

Nihil, adiknya tidak ada di semua rumah sakit yang saat ini menjadi rumah sakit bagi para korban gempa bumi Cianjur.

“Saya taunya pas senin malam. Itu juga saya habis ngasih bantuan ke desa-desa korban gempa bumi. Di wa grup keluarga udah ramai. Katanya Ali tertimbun. Langsung saya lemas. Besoknya saya pastiin kesini langsung. Dan tadi towingnya keangkat tapi adik saya dan temannya belum ketemu,” ungkapnya.

Nurdin pun saat ini hanya bisa pasrah melihat sang adik yang masih belum berhasil ditemukan.

Dirinya sudah mengikhlaskan seandainya adiknya ini ditemukan dalam posisi meninggal dunia.

“Sebetulnya saya semelen solat gaib karena dapat kabar sudah ad dibawah gaada orangnya. Kita pasrah diri kalau begini,” tandasnya.