Menemukan

Menikmati Suasana Lebaran di Eropa, Kesederhanaan Tradisi Idul Fitri Yang Indah

Momen lebaran tentu ditunggu-tunggu oleh umat Muslim. Selain melakukan silaturahmi, momen lebaran biasanya dimanfaatkan untuk berkunjung ke sanak family. Agenda ‘mudik’ ke kampung halaman biasanya sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Bahkan tidak jarang mereka yang berada di perantauan sudah lebih dulu memesan tiket penerbangan, kereta ataupun bus beberapa bulan menjelang waktu lebaran tiba. Tentu hal ini bisa menjadi salah satu sarana untuk menghemat biaya pulang-pergi ke kampung halaman.

menemukan, pengalaman, menikmati suasana lebaran di eropa, kesederhanaan tradisi idul fitri yang indah

foto by bukalapak.com

Lalu, bagaimana dengan yang berada di negeri orang? Rekan-rekan pekerja, TKI, ataupun kalian yang sedang menuntaskan pendidikan di luar negeri, tidak perlu khawatir ataupun merasa kesepian di momen lebaran.

Ketika budget untuk pulang ke Indonesia belum mencukupi, menikmati lebaran di negeri orang tidak ada salahnya, dan malah akan menambah pengalaman kalian. Benar begitu bukan?

Bagi rekan-rekan yang sedang berada di Eropa atau yang dalam perjalanan untuk menghabiskan lebaran di benua itu, yuk kenali sedikit mengenai budaya Eropa.

Penyebaran umat Muslim di benua Eropa memang tidak sebanyak di Asia. Sehingga sebagaian besar negara-negara di benua Eropa tidak mencantumkan Hari Raya Idul Fitri sebagai suatu hari libur resmi nasional.

Namun, hal ini bukan berarti mereka tidak toleran terhadap perayaan Idul Fitri yang dilakukan umat Muslim di Negara tersebut loh. Sekalipun tidak memiliki tradisi lebaran seperti di Indonesia, umat Muslim yang berada di Eropa tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Di Eropa juga terdapat beberapa masjid yang akan penuh digunakan oleh umat Muslim ketika lebaran tiba. Umat Muslim yang bekerja atau menyelesaikan pendidikan, biasanya mengajukan cuti atau izin untuk merayakan Idul Fitri.

Pemerintah serta perusahaan biasanya juga memberikan toleransi yang besar dengan mengizinkan pekerja Muslim mengambil cuti untuk merayakan lebaran. Hal ini bukan menjadi penghalang rupanya.

Karena hari libur yang diperoleh umat Muslim di sana sangat terbatas, biasanya mereka merayakan Idul Fitri secara sederhana. Mereka akan melakukan shalat Ied di masjid ataupun Islamic Centre.

Setelah shalat selesai, umat Muslim Eropa biasanya juga akan melakukan tradisi yang mirip dengan di Indonesia. Mereka akan berkumpul dengan sanak saudara mereka serta juga pergi mengunjungi kerabat dekat.

Sebagai contoh, salah satu kegiatan lebaran, yaitu Shalat Idul Fitri di Birmingham, Inggris, yang dilakukan tahun 2016 ini rupanya diikuti oleh setidaknya 85.000 umat Muslim yang berada di Eropa.

Banyak pula media massa serta foto ataupun video yang beredar di internet untuk melaporkan tentang kegiatan tersebut. Rupanya, banyak sekali yang menaruh perhatian dan atusias sehingga kegiatan tersebut disebut-sebut sebagai salah satu kerumunan terbesar di Inggris.

Dalam melakukan kegiatan tersebut, pihak koodinator melakukan koordinasi setidaknya dengan 7 masjid yang ada di Negara Inggris. Jamaah juga melakukan penggalangan dana semenjak bulan Ramadhan.

Penggalangan dana tersebut mereka sumbangkan kepada umat Muslim yang sedang berada dalam kesulitan, seperti di Suriah. Setelah melakukan shalat, mereka juga merayakan lebaran dengan beragam sajian khas loh.

Di Negara kita, Republik Indonesia, lebaran biasanya dirayakan dengan beragam kuliner khas Indonesia seperti ketupat, rendang, opor ayam ataupun beberapa snack serta juga kue kering. Masakan yang dihidangkan di Eropa juga tidak begitu berbeda.

Terutama bila yang memasak adalah orang Indonesia yang tinggal di Eropa. Menunya tetap sama, seperti rendang, lontong serta opor ayam. Namun, cita rasanya bisa saja berbeda karena di Eropa tidak terdapat banyak rempah-rempah seperti di Indonesia.

Keluarga yang merayakan Lebaran di Eropa biasanya mengundang warga lain untuk makan di rumah mereka. Umumnya memang umat Muslim tinggal atau mayoritas berada di suatu wilayah yang sama sehingga memudahkan mereka untuk merayakan lebaran bersama.

Bila memang kesulitan untuk mencari rekan-rekan umat Muslim, pilihan lain adalah merayakan lebaran di Kedutaan Indonesia yang ada di Negara tersebut. Di sana, umat Muslim bisa merayakan lebaran bersama dengan warga senegara mereka.

Hari raya Idul Fitri di Eropa memang tidak dirayakan dengan semarak seperti di Indonesia. Hampir tidak ada kembang api, spanduk-spanduk besar, ataupun iklan di sana sini. Namun, bukankah yang terpenting adalah esensi beribadah itu sendiri?

Tidak perlu berkecil hati jika rekan-rekan berada di Eropa ketika lebaran tiba. Rekan-rekan bisa menghubungi beragam pihak serta juga sesama umat Muslim di sekitar tempat tinggal sobat untuk bersama-sama menikmati momen lebaran.

Terlebih karena kecanggihan teknologi sekarang, bila rekan-rekan merasa rindu dengan kampung halaman, kalian bisa bertukar pesan, chat ataupun juga melakukan video call.

Esensi dari ibadah bukan ditentukan oleh seberapa besar perayaannya, tetapi dari masing-masing pribadi serta hubungan masing-masing manusia dengan yang Disembah. Selamat menikmati Idul Fitri kawan. Semoga lebaran kalian menyenangkan.