Menemukan

Menengok Masjid Muhammad Cheng Hoo di Purbalingga yang Kental dengan Budaya Tionghoa

TRIBUNBANYUMAS.COM- Purbalingga tidak hanya mempunyai tempat wisata sebagai hiburan saja, namun di daerah ini terdapat tempat wisata religi unik.

Destinasi wisata religi tersebut bernama Masjid Muhammad Cheng Hoo, yang terletak di Desa Selaganggeng,Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Bangunan masjid yang berbentuk seperti klenteng ini mempunyai nilai yang luar biasa, ini menjadi salah satu bukti adanya keberagaman agama, suku maupun ras di Purbalingga.

menemukan, pengalaman, menengok masjid muhammad cheng hoo di purbalingga yang kental dengan budaya tionghoa

Masjid Jami Cheng Hoo mempunyai bagunan yang berwarna dominan merah cerah dan kuning, dihiasi ornamen budaya Tionghoa sehingga orang mengira bangunan ini bukan masjid namun klenteng. (GOOGLE REVIEW (agoes budi))

Masjid Muhammad Cheng Hoo atau biasa dikenal dengan Masjid Jami Cheng Hoo merupakan prakarsa dari PITI (Persatauan Islam Tionghoa Indonesia).

Bentuk masjid ini sekilas mirip kelenteng.

Masjid ini merupakan perpadua arsitektur budaya Tionghoa dan Jawa.

Tidak mengherankan jika masjid ini tidak memiliki kubah bulat di bagian atapnya seperti masjid kebanyakan.

Selain itu, Masjid Jami Cheng Hoo mempunyai bagunan yang berwarna dominan merah cerah dan kuning dengan dihiasi ornamen budaya Tionghoa yang megah, sehingga orang mengira bangunan ini bukan masjid namun klenteng.

Masjid Cheng Ho juga mempunyai bangunan yang mirip dengan pagoda segi delapan dan bertingkat.

Di tengah-tengah langit masjid terdapat tulisan Arab yang dibuat dengan campuran huruf kanji.

Ornamen ini membuat nuansa Tionghoa semakin kental di masjid ini.

Masjid Jami Muhammad Cheng Hoo ini mulai dibangun pada tahun 2005,.

Pembangunan masjid ini sempat berhenti di tahun 2006, lalu dilanjutkan kembali pada tahun 2010 dan diresmikan pada tanggal 5 Juli 2011.

Masjid ini digunakan oleh penduduk keturunan Tionghoa yang beragama ISlam sebagai sarana berkumpul untuk menyiarkan dakwah dan pendidikan Islam.

menemukan, pengalaman, menengok masjid muhammad cheng hoo di purbalingga yang kental dengan budaya tionghoa

Bangunan yang memiliki luas 11 x 9 meter persegi ini terlihat sangat indah disaat malam hari, karena semua lampu yang ada di masjid dinyalakan. (GOOGLE REVIEW (ibnu nurgroho))

Bangunan yang memiliki luas 11 x 9 meter persegi ini terlihat sangat indah disaat malam hari, karena semua lampu yang ada di masjid dinyalakan.

Nama Masjid Muhammad Cheng Hoo terinspirasi dari seorang muslim asli China, yang pada zaman dahulu berlabuh di beberapa tempat di Indonesia guna berdagang.

Selain berdagang Cheng Hoo juga menyebarkan agama Islam.

Muhamad Cheng Ho adalah seorang laksamana yang mempimpin pasukan laut terbesar dan terkenal.

Menurut sumber sejarah yang dikutip Wikipedia, Chen Hoo kerap mengadakan pelayaran ke berbagai wilayah termasuk kawasan Asia Tenggara dan pernah berlabuh di Indonesia.

Bagi Anda yang ingin berkujung ke Masjid Cheng Ho Purbalingga, lokasi ini berada di tengah pusat kota yang tepatnya �berada di sisi kiri jalan raya Purbalingga – Bobotsari.

Selain itu, masjid ini juga bisa digunakan untuk rest area, karena pihak pengelola menyediakan tempat beristirahat dan pusat makanan dan jajanan yang bisa dinikmati pengunjung.

Salah satu pengunjung mengatakan bahwa masjid Cheng Hoo ini membuatnya terkesan setelah mengunjungi masjid tersebut.

�Pas awal �dilihat saya kira klenteng, tetapi begitu dekat mendengar suara adzan, lalu berhentilah di situ sebentar untuk istirahar sekalian sholat. Untuk parkiran agak luas dan cukup untuk beberapa mobil, dan di sebelahnya juga ada rest area� ungkap Bagas Wira, salah satu pengunjung Masjid Cheng Hoo.

�Sementara untuk fasilitas tempat wudhu dan toilet bersih. Disediakan mukena dan sarung apabila ada yang tidak membawa alat sholat. Lokasi juga strategis dan terdapat kolam di dekat masjidnya. Overal Nice� tutup Bagas (ADR)