Menemukan

Melirik Potensi Pariwisata Nagekeo di NTT, Pantai hingga Desa Wisata

Menemukan, Pengalaman

MBAY, KOMPAS.com – Potensi wisata Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah dilirik untuk lebih dikembangkan.

Pemandu wisata dari Kabupaten Nagekeo, John Nekuaja, mengatakan dirinya sempat ikut berpartisipasi dalam survei 20 obyek wisata yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif belum lama ini.

Selain obyek wisata, survei juga dilakukan terhadap 20 hotel dan 20 rumah makan.

“Saya terpilih sebagai pemandu wisata, bukan sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Cabang Kabupaten Nagekeo, untuk melakukan survei,” kata  John melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin, (03/10/2022).

John menjelaskan, Nagekeo punya potensi pariwisata yang sangat kaya, termasuk baris pantai baik di pantai utara, tengah, maupun selatan. Kabupaten ini juga bisa memiliki banyak perkampungan tradisional untuk dikunjungi, dengan berbagai atraksi budayanya dan kain tenunnya yang khas.

Di pantai utara, beberapa obyek wisata yang dapat dikunjungi seperti Pulau Rii Ta, Pulau Kinde, Pantai Kotajogo, Pantai Marapokot, dan wisata mangrove.

Kemudian, di bagian tengah ada perkampungan Kawa yang sangat populer dan sering dikunjungi oleh wisatawan asing karena suasana tradisionalnya yang masih amat kental. Ada pula atraksi Etu, tinju tradisional di 31 perkampungan adat, dari utara hingga selatan, serta sejumlah obyek wisata air terjun.

Sedangkan di pantai selatan, wisatawan bisa berkunjung ke obyek seperti Pantai Tonggo, Pantai Enagera, dan perkampungan tradisional di Kecamatan Mauponggo.

Di Kecamatan Mauponggo juga ada wisata rempah, seperti lada dan merica di Kampung Pejarejo dan wisatawan juga bisa mendaki gunung Ebulobo. Selain itu, tujuh kecamatan di Kabupaten Nagekeo juga memiliki perkampungan tradisional dengan berbagai keunikan dan atraksi budayanya.