Menemukan

Masjid Sunan Ampel

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by Arik Setiawan

Lokasi: Jl. Petukangan I, Ampel, Kec. Semampir, Kota SBY, Jawa Timur 60151 Map: Klik Disini Buka Tutup: 09.00 – 20.00
Telepon: (031) 30422884

Setiap kota di Indonesia memiliki tempat wisata religi. Ini seperti menunjukkan bahwa Negara Indonesia benar berdasarkan Ketuhanan yang maha esa dan menjadi landasan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Untuk di Indonesia sendiri banyak terdapat objek wisata religi, khususnya di kawasan pulau jawa.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/fa_0704

Paling banyak tersebar di Pulau Jawa adalah tempat wisata religi untuk ziarah makam wali songo dan berdoa serta beribadah di masjid yang dijadikan obyek wisata religi. Adanya wali songo paling banyak di pulau jawa adalah para wali ini memang menyebarkan agama Islam hampir di seluruh pulau Jawa.

Beberapa kota yang menjadi tujuan ziarah makam untuk para wali ini adalah banten, Cirebon, Semarang dan Surabaya. Untuk di kota Surabaya, terdapat Masjid ampel atau Masjid Sunan Ampel. Masjid yang telah berdiri sejak tahun 1421 ini, menjadi pusat pengajaran serta penyebaran agam Islam di Jawa Timur.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/fa_0704

Masjid Ampel ini dibangun dengan jenis arsitektur gaya Jawa kuno dan budaya Arab yang asli. Bila dilihat dari model bangunannya, masih terdapat pencampuran atau akulturasi antara budaya hindu serta lokal.

Walaupun demikian, justru di masjid inilah pusat diskusi antara para ulama dan wali untuk penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa.

Sunan Ampel yang merupakan salah satu dari wali songo dan sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama Islam di tanah Jawa sendiri. Beliau juga pendiri masjid ampel, nama aslinya adalah Raden Mohammad aji Rahmatullah.

Sebagai tempat ibadah yang suci, tempat memanjatkan doa langsung pada Allah, masjid ampel ini seolah tidak tersentuh oleh kotornya dunia.

Hal ini dibuktikan melalui penuturan cerita yang beredar di masyarakat, bahwa walau kota Surabaya sedang diserang oleh pasukan asing dari berbagai arah hingga hancur, tidak untuk masjid Ampel. Masjid ini masih berdiri dengan agung tanpa adanya kerusakan sedikitpun.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/mustain_r

Masjid ini seolah mendapat karomah atau rahmat dari Allah, sehingga tetap terlindung dari serangan apapun. Oleh karenanya banyak masyarakat sekitar akhirnya tertarik memeluk agama Islam.

Namun, masyarakat sepertinya masih mencampurnya dengan budaya lokal, sehingga belum menjalankan apa yang seharusnya diikuti sesuai anjuran Al quran dan hadis nabi Muhammad saw.

Sejarah Berdirinya

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/ekobt

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa masjid ampel didirikan pertama kali pada tahun 1421 oleh Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau dikenal juga dengan nama sunan ampel, dibantu oleh dua sahabatnya, yaitu mbah Sonhaji dan Mbah Soleh.

Sunan ampel yang memiliki pribadi alim, berwibawa, bijaksana, sehingga masyarakat cenderung simpatik terhadap beliau.

Masjid agung ini didirikan di daerah desa Ampel (sekarang telah menjadi kelurahan ampel), Kecamatan Semampir dan berjarak dua kilometer dari arah timur Jembatan Merah.

Berdasarkan penjelasan dari sejarah yang ada, sunan Ampel masih keturunan dari Raja Champa, Kamboja, yaitu Ibrahim Asmarakandi. Beliau memang lahir di Champa, Kamboja. Kemudian beliau pindah dan memutuskan untuk menetap di daerah Tuban, Jawa Timur.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/event_tourorganizer

Selanjutnya, Sunan Ampel beranjak menuju Surabaya, dimana wilayah tersebut masih merupakan kekuasaan dari Kerajaan Majapahit, di bawah kepemimpinan Raja Brawijaya, yang dipercaya telah memeluk agama Islam.

Kisah hidup Raden Mohammad Ali pun terus berlanjut lancar selama di Surabaya. Hingga akhirnya Raja Brawijaya mempercayakan pada dirinya untuk menyebarkan agama Islam dengan baik dan berdakwah di Surabaya.

Begitulah sampai Raden Mohammad Ali kemudian membangun masjid di daerah Ampel. Selain sebagai tempat ibadah, juga difungsikan untuk diadakan pengajian, yaitu mengkaji tata cara beribadah dan lainnya sesuai syariat Islam.

Beliau menghabiskan masa hidupnya di Ampel. Tujuannya hanya ingin berdakwah, syiar Agama Islam terhadap masyarakat, serta memberikan pengetahuan yang baik tentang agama Islam.

Kawasan masjid Ampel, juga terdapat Pondok Pesantren, sebagai tempat untuk menetap sementara, kegiatan yang dilangsungkan adalah mempelajari agama Islam secara menyeluruh.

Sunan Ampel menetap di ampel hingga akhir hayatnya, beliau wafat di tahun 1481, dimkamkan di sebelah kanan depan dari Masjid Ampel. Hingga saat ini, makam sunan Ampel masih ramai dikunjungi untuk ziarah.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/asof.cci

Itulah kisah dari asal usul berdirinya masjid Ampel Surabaya. Untuk penjelasannya yang lebih lengkap dapat cek di wikipedia. Di laman tersebut akan ditunjukkan keterangannya pada tiap masa dan juga terdapat beberapa gambar atau foto yang membuktikan keberadaan masjid Ampel. Beberapa makalah atau artikel banyak yang menerangkan mengenai asal usul masjid Ampel.

Sama seperti masjid lainnya yang ada di mana-mana, masjid Ampel tentu memiliki dewan kerohanian masjid (DKM) untuk mengurus masjid dan lingkungannya secara keseluruhan. Ditetapkan juga penjaga yang bertugas untuk mengawasi keamanan masjid dan sekitarnya.

DKM ini pastinya selain mengatur dan mengurus masjid, pastnya harus menjaga kelestarian jejak peninggalan dari Sunan Ampel di masjid ini.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/donyrivai

Salah satu peninggalan yang sangat penting dan termasuk pada keisitimewaan dari masjid ampel adalah adanya 16 tiang utama masjid dan dibuat dari kayu jati asli.

Hal ini juga tentu menjadi keunikan dan ciri khas tersendiri yang dimiliki oleh masjid Ampel. Panjang masing-masing tiang adalah 17 meter dengan diamter 60 cm.

Mengapa dikatakan unik, karena pada masa pendiriannya masjid Ampel, dengan segala keterbatasan kala itu, rasanya tidak mungkin dapat mengangkat tiang sebesar itu. Hingga saat ini pun masih dilakukan penelitian mengenai hal tersebut.

Pusat Perdagangan Islami

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/ekobt_

Sekarang kawasan Ampel, tak hanya terkenal dengan masjid serta makamnya saja. Daerah Ampel menjelma sebagai pusat perdagangan ala arabian atau Islami, bahkan cenderung untuk menjual barang-barang ataupun makanan khas Timur Tengah.

Jadi bagi Anda penggemar makanan khas timur tengah ataupun penyuka hal-hal yang khas timur tengah, pergi ke lokasi Ampel ini sangat tepat.

Kawasan Ampel Surabaya memang tidak terlalu luas, namun cukup padat dan berwarna. Bahkan pengunjung pun dapat berkeliling hingga malam hari.

menemukan, pengalaman, masjid sunan ampel

foto by instagram.com/yusufampelpart

Anda juga tak perlu khawatir, kehilangan waktu solat, karena adzan berkumandang dengan sangat jelas di sini. Berhenti sejenak untuk ibadah solat di masjid, akan sangat beruntung bila dapat solat berjamaah dengan imam setempat.

Para pengunjung yang datang dari luar kota, dapat menginap di hotel yang terletak di sekitar Ampel. Ada juga beberapa penginapan yang dekat dengan kawasan Ampel ini. Tidak sulit untuk pergi berlibur dan menghabiskan liburan di Surabaya.