Berita

Mario Teguh Klarifikasi Keterlibatan di Kasus Robot Trading

selebriti, mario teguh klarifikasi keterlibatan di kasus robot trading

Motivator Mario Teguh mendatangi Bareskrim Mabes Polri guna mengklarifikasi atas dugaan keterlibatannya dalam kasus robot trading platform Net89. Tak sendiri, Mario teguh yang datang mengenakan pakaian batik bersama kuasa hukumnya, Elza Syarief.

Jakarta: Motivator Mario Teguh mendatangi Bareskrim Mabes Polri guna mengklarifikasi atas dugaan keterlibatannya dalam kasus robot trading platform Net89. Tak sendiri, Mario teguh yang datang mengenakan pakaian batik bersama kuasa hukumnya, Elza Syarief.

Menurut Elza Syarief, kedatangannya ini bukan berdasarkan panggilan dari penyidik, keduanya berinisiatif datang untuk memberikan klarifikasi.

“Tidak ada panggilan (dari penyidik), kita (ada) itikad baik untuk menjelaskan ya. Itikad baiknya pak Mario,” kata Elza Syarief saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Kamis, 10 November 2022.

“Saya mau klarifikasi dikirimnya ke mana, oke ya,” ujarnya melanjutkan.

Mario teguh sendiri hanya diam tanpa kata dan hanya melambaikan tangan ke arah awak media saat kedatangannya ke Bareskrim Mabes Polri.

Sejumlah korban yang mengaku menjadi korban robot trading platform Net89 melaporkan sejumlah pelaku atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Diketahui, ada 134 yang akan dilaporkan dalam kasus ini, dimana 5 orang di antaranya adalah publik figur.

Beberapa nama diantaranya menyeret Atta Halilintar hingga Taqy Malik.

“Yang diduga publik figur ya, Atta Halilintar, Taqy Malik, Kevin Aprilio, Adri Prakarsa, kemudian Mario Teguh, mereka diduga terlibat dalam hal ini,” kata Zainul Arifin selaku kuasa hukum korban Net89 saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Rabu, 28 Oktober 2022.

Nama Mario Teguh ikut terseret lantaran mempromosikan platform robot trading tersebut di media sosialnya.

“Lalu Mario Teguh publik figur dan juga motivator. Dia juga mempromosikan melalui media sosial. Dia juga sebagai leader dan founder Bilion grup,” pungkasnya.

(Raja Alif Adhi Budoyo)