Otomotif

Marini Tak Tertekan Relasinya dengan Rossi Terus Diungkit

Pemuda 25 tahun itu berdebut MotoGP 2021 bersama Avintia Ducati dengan Desmosedici GP19 yang didukung VR46. Ketika tim milik Rossi memutuskan untuk menjadi kompetitor level premier, ia jadi andalan dan diberikan amunisi GP22.

Marini adalah salah satu dari dua pembalap Ducati yang tidak mencetak podium pada 2022 bersama rookie Gresini, Fabio Di Giannantonio. Tetapi, dia menikmati kampanye yang konsisten di urutan ke-12 dalam klasemen dengan 120 poin.

MotoGP sudah tidak asing lagi memiliki hubungan keluarga, dengan Marc dan Alex Marquez, Pol dan Aleix Espargaro, serta Darryn dan Brad Binder berbagi grid musim 2022.

Namun, hal ini telah menimbulkan komentar – terutama dalam kasus Alex Marquez – bahwa beberapa dari mereka hanya berada di MotoGP karena nama keluarga mereka.

Meskipun, ia tidak berbagi nama keluarga dengan Rossi, ikatan kekeluargaan Marini sering disebut-sebut. Pasangan ini bahkan berbagi mobil dua kali dalam balapan ketahanan Gulf 12 Hours, finis ketiga dalam Ferrari yang dikelola Kessel pada 2019.

Baca Juga:Luca Marini Tercepat dalam Tes Pramusim MotoGP 2023DNF di Sepang, Rekor Selalu Finis Luca Marini Terhenti

Tapi pembalap berusia 25 tahun itu tidak keberatan, hubungan kekeluargaannya dengan Rossi dibahas.

“Tidak, dengan tulus hal ini tidak banyak berubah,” kata Marini dalam wawancara eksklusif dengan Motorsport.com ketika ditanya apakah dia merasakan tekanan ekstra saat berada di tim Rossi.

“Perbandingan itu tak pernah terjadi karena mustahil untuk dibandingkan. Apa yang dilakukan Vale dalam kariernya adalah sesuatu yang luar biasa sehingga tidak ada yang akan melakukan hal serupa dengan apa yang telah dia lakukan, karena juga ini adalah periode yang berbeda.

otomotif, marini tak tertekan relasinya dengan rossi terus diungkit

Luca Marini, VR46 Racing Team

Luca Marini, VR46 Racing Team

Photo by: Gold and Goose / Motorsport Images

“Sekarang tidak mungkin memenangi 10 balapan berturut-turut karena levelnya terlalu tinggi, terlalu banyak.

“Semuanya berada di level yang sulit dipercaya, 24 rider di MotoGP luar biasa, motornya fantastis dan setiap rider bisa memenangi balapan. Jadi, tak mungkin membuat perbandingan. Jadi, bagi saya tak ada lagi tekanan.

“Para rider dengan tekanan ada di sini untuk menang, karena mereka ada di sini untuk ini karena sulit untuk menang setiap hari Minggu.”

Marini akan tetap bersama VR46 untuk musim 2023, tetapi akan terus membalap dengan motor spek 2022 setelah Ducati memilih untuk hanya menurunkan motor pabrikan di skuad Ducati dan Pramac.