Otomotif

Makan Mi Instan Setiap Hari, Pengungsi Gempa Cianjur Keluhkan Sembelit: Hampir Semuanya Mengeluhkan Masalah Pencernaan

Makan Mi Instan Setiap Hari, Pengungsi Gempa Cianjur Keluhkan Sembelit: Hampir Semuanya Mengeluhkan Masalah Pencernaan

otomotif, makan mi instan setiap hari, pengungsi gempa cianjur keluhkan sembelit: hampir semuanya mengeluhkan masalah pencernaan

Para pengungsi gempa Cianjur mengeluh alami sembelit karena makan mi instan setiap hari. TribunJabar.id/Fauzi Noviandi

Makan Mi Instan Setiap Hari, Pengungsi Gempa Cianjur Keluhkan Sembelit: Hampir Semuanya Mengeluhkan Masalah Pencernaan

Cerita pengungsi gempa Cianjur keluhkan alami sembelit karena makan mi instan setiap hari.

Grid.ID / W-Stories

Rizqy Rhama Zuniar November 25th, 8:39 AM November 25th, 8:39 AM

Laporan Wartawan Grid.ID, Rizqy Rhama Zuniar

Grid.ID – Para pengungsi gempa Cianjur mengeluhkan alami sembelit lantaran sering mengkonsumsi mi instan di tenda pengungsian.

Selain mi instan, pengungsi gempa Cianjur juga mengeluhkan soal tenda pengungsian yang dianggap kurang layak.

Korban gempa Cianjur pun berharap pemerintah dapat mengirimkan makanan bergizi agar para pengungsi tak lagi bergantung pada mi instan.

Diberitakan sebelumnya, terjadi gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022).

Akibat kejadian tersebut, ratusan orang meninggal dunia dan banyak bangunan rumah warga yang hancur parah.

Ribuan warga pun terpaksa diungsikan ke tenda pengungsian.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, sejumlah pengungsi di Kampung Cikamunding, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, mulai mengeluhkan sembelit.

Melansir dari Kompas.com, sejumlah pengungsi tersebut diduga mulai mengalami gangguan pencernaan karena setiap hari makan mi instan.

Seorang pengungsi bernama Adelia (20) mengatakan, sejumah bantuan berupa mi instan, telur, terpal, dan beras sudah ada.

Namun ia dan pengungsi lainnya lebih sering mengkonsumsi mi instan setiap hari.

“Dari awal kejadian, kami di tenda pengungsian setiap hari memakan mi instan yang dikirim dari beberapa orang yang datang kesini,” kata Adelia yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Jumat (25/11/2022).

Karena terlalu sering mengkonsumsi mi instan, Adelia menyebut, banyak warga yang mengeluhkan sakit perut dan sembelit.

Selain itu, kondisi cuaca sering hujan serta tenda yang dianggap kurang layak seakan turut memperparah kondisi kesehatan warga.

“Hampir semuanya mengeluhkan masalah pencernaan, karena sering makan mi instan, dan tenda yang masih belum layak,” kata Adelia.

Ia pun berharap pemerintah dapat mengirimkan makanan seperti sayuran dan buah-buahan untuk para pengungsi.

Sementara itu, anggota DPR RI Dapil Cianjur, Eddy Soeparno tak menampik pengakuan Adelia tersebut.

Mengutip dari TribunJabar.ID, Eddy Soeparno mengatakan, saat ini masih banyak pengungsi yang bergantung mengkonsumsi mi instan.

Menurut Eddy Soeparno, mi instan menjadi makanan yang paling mudah dimasak untuk para pengungsi gempa Cianjur.

“Mi instan memang menjadi makanan cepat saji yang gampang untuk dimasak di tengah-tengah pengungsian,” kata Eddy yang dikutip Grid.ID dari TribunJabar.ID, Jumat (25/11/2022).

Eddy pun berharap, para donatur dapat turut membantu korban gempa Cianjur dengan mengirimkan beras, susu, telur, dan sarden.

Sebab beberapa produk makanan tersebut mampu bertahan lama dan layak dikonsumsi bagi para pengungsi.

(*)