Menemukan

Macet Parah di Malalayang Beach Walk Manado Sulawesi Utara, Ini Langkah Pemerintah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Malalayang Beach Walk (MBW) menjadi destinasi wisata baru di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Sejak dibuka untuk umum, MBW kerap kali diserbu masyarakat.

Efek negatifnya, arus lalu lintas di depan MBW pun jadi macet parah.

Masalah ini pun berupaya dituntaskan pemerintah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut, Alexander Wattimena, mengatakan salah satu upaya dilakukan dengan melebarkan jalan.

Meski lokasinya sudah mepet tapi tetap diupayakan.

“Jadi pelebarannya hanya dicor sisi kiri dan kanannya, pohon besar di pinggir jalan dipotong,” kata Alexander Wattimena kepada tribunmanado.co.id, Selasa (22/11/2022).

Selain itu, jangka panjangnya, pemerintah akan menuntaskan proyek Ring Road III dari Kalasey hingga Winangun sepanjang 11 km.

Namun, sejauh ini memang baru sekitar 3 km yang tuntas tahun ini, dan 1,9 km akan dilanjutkan pada tahun 2024.

Ia menyampaikan ruas Ring Road III ini juga sudah membuka akses jalan alternatif di sekitar Malalayang.

Andai kemacetan parah terjadi, bisa memanfaatkan jalur alternatif ini.

Jika Ring Road III sudah tuntas maka arus lalu lintas utama akan beralih ke ruas ini terhubung ke Ring Road I.

Harusnya ruas Malalayang akan lebih lengang dengan keberadaan Ring Road III, meski masyarakat masih harus menanti proyek ini yang diprediksi tuntas tahun 2026.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemacetan di seputaran objek wisata Malalayang Beach Walk (MBW) di Kota Manado, Sulawesi Utara, menuai sorotan.

Warga protes karena kemacetan di sana mengganggu aktivitas.

menemukan, pengalaman, macet parah di malalayang beach walk manado sulawesi utara, ini langkah pemerintah

Malalayang Beach Walk (Arthur Rompis/Tribunmanado)

Bahkan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, ikut menyentil masalah kemacetan di MBW.�

“Semuanya sudah bagus, tinggal benahi lagi supaya tidak macet,” kata dia beberapa waktu lalu.

Taufik Tumbelaka, Pengamat Pemerintahan Sulut, menilai kemacetan di MBW muncul karena pemerintah tidak pernah membuat simulasi rekayasa arus lalu lintas.

“Ini masalah perencanaan, perlu ada rekayasa lalin dengan simulasi,” katanya.

Sebutnya, simulasi perlu komprehensif sehingga memerlukan data.�

“Misalkan Senin pagi ada berapa kendaraan lewat, siang dan sore berapa, Selasa dan seterusnya, juga fenomena pada tanggal tanggal tertentu,” katanya

Ia menuturkan, zona MBW memang rawan macet.

Dikarenakan tempat tersebut urat nadi masuk keluar Manado dari arah Minahasa Selatan, Bolaang Mongondow Raya (BMR), hingga Gorontalo.(*)