Otomotif

Luca Marini Anjurkan Berat Badan Minimum Pebalap di MotoGP, Sebut Miliki Dampak Positif Bagi Motor

Otomotif

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Pebalap VR46 Ducati, Luca Marini menganjurkan adanya aturan berat badan minimum Pebalap di MotoGP.

Pebalap dengan tinggi 184 cm ini menyebut bobot minimum Pebalap MotoGP penting dilakukan.

Berat badan yang minimum bagi Pebalap MotoGP akan memberi dampak pada tekanan ban.

Alhasil juga berpengaruh pada akselerasi motor saat melaju di lintasan.

� Pujian Francesco Bagnaia untuk Akademi VR46 Berhasil Jadi Juara Dunia MotoGP 2022

Pebalap tertinggi di MotoGP ini menyebut peraturan untuk kelas premier hanya menetapkan berat minimum untuk sepeda motor, yaitu 157 kg untuk 1000 cc.

Lalu di masa Moto2-nya, hal ini tidak begitu terlihat, karena aturan yang ditetapkan bersama dengan sepeda motor mereka.

Dimana pengendara Moto2 harus memiliki berat minimal 215 kg sementara di Moto3 berat minimum adalah 152 kg.

Topik tentang berat minimum gabungan pengendara, peralatan dan sepeda motor telah dibahas di Kejuaraan Dunia Superbike selama beberapa waktu.

Pebalap VR46 Ducati Luca Marini menginginkan hal yang sama di kelas MotoGP.

“Di banyak sirkuit, kami melihat dan menganalisis bahwa saya memberi lebih banyak tekanan pada ban karena dengan lebih banyak kilo, Anda harus memberi lebih banyak tekanan pada ban untuk berakselerasi dengan cara yang sama,” kata Luca Marini disadur dari speedweek.com, Kamis 10 November 2022.

Lebih lanjut Luca Marini menceritakan latihan dirinya sangat berbeda di Moto2.

Luca Marini juga berusaha untuk menjaga berat badan serendah mungkin karena dirinya sangat tinggi.

Dirinya mencoba untuk lebih ketat dengan pelatihan dan dengan diet di MotoGP.

Hal ini karena tidak ada berat minimum.

Jika memiliki banyak tenaga, itu akan mempengaruhi perilaku motor.

Kemudian juga seberapa banyak membebani ban.

�Pada akhirnya Anda tidak kehilangan apa pun dalam hal akselerasi, dan Anda juga tidak dapat melihat perbedaan dari datanya,� tuturnya.

�Tetapi energi yang Anda transfer ke ban lebih besar,�

�Jadi Anda harus sangat berhati-hati dengan ban, terutama ban belakang,” jelasnya.

Luca Marini mengakui pada awal musim dirinya terlalu memaksakan ban belakang di banyak balapan.

Bersama tim dirinya bekerja keras untuk memperbaiki itu.

Sekarang dirinya kompetitif dan menjadi satu dianatara Pebalap yang paling sedikit menekan ban.

�Itu sangat bagus, di Phillip Island, misalnya, saya mengatur ban dengan sangat baik,” tegas pebalap Ducati dari Mooney VR46 Racing Team itu.

Luca Marini tegas menyebut bobot minimum masuk akal diterapkan.

Ia menilai berat minimum akan lebih baik untuk semua orang termasuk pengemudi lain.

Mungkin kemudian mereka bisa berlatih lebih banyak, mengangkat lebih banyak beban, dan dengan demikian membangun lebih banyak massa otot.

Di musim depan, yang akan jauh lebih berat, bahkan Pebalap terkecil pun bisa mendapat manfaat darinya.

“Saya tanya kenapa tidak ada minimal berat badan. Produsen tidak menginginkannya,� ungkapnya.

Produsen beralasan mereka tidak mau harus memikirkan di mana harus meletakkan beban ekstra ketika mereka memiliki pengendara yang lebih kecil.

Hal itu dapat mempengaruhi penanganan sepeda.

� Kesan Pertama Enea Bastianini Naik Motor Ducati usai Tes MotoGP Valencia Pembuka Kalender 2023

(*)

Update berita MotoGP klik di sini

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News