Kuliner

Kuliner Solo: Warung Ameno di Jalan Pakel, Sediakan Menu Japan Street Food Harga Terjangkau

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -�Bagi Anda warga Solo sekitarnya yang menggemari kuliner khas Jepang, Warung Ramen Ameno ini bisa dicoba.

Warung Ramen Ameno yang berlokasi di Jalan Pakel ini memakai konsep Japan Street Food atau Yakai.

Yatai atau japanese street food�merupakan warung kaki lima di Jepang yang bisa berpindah-pindah tempat.

Biasanya yatai menggunakan gerobak kayu, mobil boks atau kebanyakan berupa warung tenda dengan beberapa kursi untuk pengunjung.

Yatai kerap ditemui di dekat stasiun kereta, pinggir-pinggir jalan atau tempat yang dipadati oleh kerumunan orang di Jepang.

Konsep Yatai tersebut juga digunakan oleh warung makan jepang di Solo, Warung Ameno yang sudah 7 tahun eksis di Kota Solo.

kuliner, kuliner solo: warung ameno di jalan pakel, sediakan menu japan street food harga terjangkau

Kedai ramen ini mulai buka mulai 16.30 WIB-23.00 WIB setiap Selasa- Minggu

Sebelum berlokasi di Jalan Pakel, warung ramen Ameno membuka warung pertamanya di Sriwedari.

�Kami pertama buka itu di Sriwedari itu 2016, tapi kita sengaja tes ombak nggak pakai media apapun untuk promosi,� kata pemilik�Ameno, Tedy, Jumat (25/11/2022).

�Setelahnya di 2017 itu resmi baru kita pakai media, pake website dan lain-lain. Jadi kita hitung awal buka ya di 2017, pernah juga dari Sriwedari ke Baron juga,� katanya.

Sejak Mei 2022, Warung ramen Ameno kini lokasinya di Jl. Pakel, Bonangan, Baturan, Kec. Colomadu, Karanganyar berdekatan dengan Kawasan Banjarsari, Kota Solo.

Saat awal berdiri, Ameno hanya memiliki 3 menu ramen namun setelah 6 tahun berkembang kedai ini memiliki 15 menu, harganya pun terjangkau.

Antara lain 5 menu ramen, 4 menu udon, Takoyaki, chicken katsu, gyudon hingga Yakitori.

Menu minuman gainmatcha pun bisa direfill, hanya dengan membayar Rp 10 ribu.

Warung ramen ini didesain khas ala Jepang, mulai dari adanya Tori yakni pintu gerbang kuil, hiasan dinding sejarah ramen, bermacam gambar-gambar anime, hingga lampion merah dan tentunya gerobak kayu.

Pengunjung bahkan masih bisa menikmati makan ramen di gerobak kayu tersebut.

�Sampai saat ini kita masih mempertahanka itu gerobaknya itu, gimana caranya tetap ada tempat makannya,� katanya.

�Kalau di jepang tidak ada tempat makan, mereka biasanya makanya berdiri atau hanya duduk untuk beberapa orang, mirip angkringan kalau di Solo,� katanya.

Suasana�Ameno sangatlah tenang, banyak pengunjung yang datang untuk menikmati ramen usai bekerja atau lelah kuliah.

Musik yang diputar juga menambah suasanan syahdu saat menikmati ramen.

Kedai ramen ini mulai buka mulai 16.30 WIB-23.00 WIB setiap Selasa- Minggu.(*)