Berita

Krisis Chip, Ekspor Motor Indonesia Menurun

Ilustrasi pabrik Suzuki motor. Foto: Istimewa

Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) optimis ekspor motor buatan lokal mampu menyentuh angka 700 ribuan unit hingga akhir tahun 2022.

“Ya, kepala 7 (ekspor 700 ribuan unit), lah,” kata Ketua Bidang Komersil AISI, Sigit Kumala ketika dihubungi kumparan (6/12).

Meski demikian, Sigit menambahkan, angka tersebut lebih rendah daripada yang pernah dicapai sepanjang tahun 2021 lalu.

“Cuma tahun ini mungkin capaiannya belum melewati angka tahun 2021, ya. Karena masalah suplai microchip atau krisis chip (semikonduktor) ini agak menghambat ekspor,” jelasnya.

Ilustrasi pabrik sepeda motor TVS Motor di Indonesia. Foto: TVS Motor Company Indonesia

Adapun, sepeda motor jenis skuter masih mendominasi dengan porsi 69,63 persen sampai dengan bulan ke-10, berdasarkan data yang dilansir oleh AISI.

“Saat ini kita ekspor paling banyak di negara-negara Asia dan kawasan Eropa,” pungkas Sigit.

Menyoal proyeksi ekspor tahun depan, dirinya belum dapat membeberkan lebih detail. Sebab, pihaknya masih perlu berdiskusi dengan anggota AISI.

“Kami belum menentukan secara pasti karena masih menunggu kesepakatan dari semua anggota AISI dulu,” imbuh Sigit.

Pabrik Kawasaki Motor Indonesia Foto: Istimewa

Masih dari data AISI, hingga bulan Oktober total ekspor sepeda motor Indonesia telah mencapai angka 643.828 unit. Artinya masih butuh sekitar 56.172 unit untuk capai angka minimal 700.000 ribu unit.

Target tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan hasil ekspor tahun 2021 lalu yang mana mampu menembus angka 803.931 unit atau lebih rendah 12,9 persen.

Seperti yang disebutkan, model yang paling banyak diekspor masih berupa skuter dengan okupasi sebesar 69,63 persen, kemudian jenis sport 20,03 persen, dan jenis underbone dengan angka 10,35 persen.

***