Otomotif

Krisis BBM Subsidi Semakin Parah di Nagan dan Aceh Barat, DPRA Diminta Panggil Pertamina

Laporan Rizwan I Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Kelangkaan BBM subsidi jenis solar dan pertalite semakin parah di Nagan Raya.

Karena itu, masyarakat di wilayah meminta DPRA perlu segera memanggilkan Pertamina.

Kelangkaan BBM subsidi bukan saja di Nagan Raya, tetapi juga di Aceh Barat sehingga sangat mengeluh apalagi sudah berlangsung lama.

Beberapa warga Nagan Raya berharap krisis solar dan pertalite sudah sangat menggangu aktivitas masyarakat.�

Bahkan, ada pemilik kendaran sejak sudah subuh sudah mengantarkan ke SPBU sehingga bisa lebih cepat dapat SPBU.

“Dengan pemanggilan Pertamina oleh DPRA akan diketahui penyebabnya,” kata Rahman, sopir L300 asal Nagan Raya, Senin (21/11/2022).

Dengan kosong solar dan pertalite sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM nonsubsidi jenis pertamax dan deluxe.�

“Kami juga berharap anggota DPRA daerah pemilihan Nagan Raya dan Aceh Barat lebih pro aktif dengan segera duduk dengan Pertamina serta dengan kepolisian memastikan krisis BBM di dua kabupaten tetangga ini,” ungkap Mahdi, warga Nagan Raya.

Keluhan solar dan pertalite juga diungkap sopir lintas Blangpildie ke Aceh Jaya. Mereka mengaku ketika melintasi jalan lintasan Nagan Raya dan Aceh Barat sangat sulit mendapatkan BBM subsidi.�

Bahkan mereka mengaku yang banyak antrean mobil Phanther. “Kami berharap adanya perioritas untuk angkutan penumpang,” ungkap Yudi, sopir tersebut.

Dua hari sebelumnya Pj Bupati Nagan Raya memanggil empat pimpinan SPBU di Nagan Raya.�

Pemanggilan terkait krisis BBM subsidi jenis solar dan pertalite. Kelangkaan menyebabkan antrean panjang kendaraan.

Tiga pengelola SPBU di Nagan Raya mengaku adanya pengurangan oleh Pertamina dari 16 ton per hari menjadi 8 ton per hari.�

Bahkan, satu SPBU malah tidak diberikan lagi solar oleh Pertamina. Dampak itu, kendaraan berebutan dengan antrean yang panjang.(*)