Kuliner

Kreatif, Emak-emak di Sragen Bikin Cokelat Tempe : Rasanya Unik: Cocok Dijadikan Ide Usaha

Kuliner

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Makan tempe mungkin sudah biasa, lantas bagaimana rasanya mencicipi makanan cokelat tempe?�

Tempe adalah teman makan favorit orang Indonesia, yang selalu disajikan di meja makan.

Tak hanya itu, tempe biasanya juga hadir di waktu bersantai, ditemani hangatnya segelas teh atau secangkir kopi.�

Makanan yang kaya manfaat ini, kini sudah dibuat menjadi beragam inovasi olahan, salah satunya seperti yang dilakukan Teniyarti Cahyaning Mawarti, warga Perum Margo Asri, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen.�

Ia memadukan tempe dengan cokelat sehingga menghasilkan rasa yang unik namun tetap enak.

Teniyarti menceritakan awal mula ia melihat tempe di Kabupaten Sragen ini mempunyai rasa yang berbeda, yang lebih enak dibanding dengan daerah lain.

Di waktu yang bersamaan, ia juga mendapat oleh-oleh makanan sejenis, yang juga memadukan tempe dengan cokelat.

Akhirnya ia pun meracik sendiri cokelat tempat buatannya melalui banyak eksperimen.�

“Ide awalnya tempe di Sragen itu enak-enak, padat, bersih, kenapa tidak bikin makanan dari tempe, tempe juga kaya vitamin, protein, saya juga dioleh-olehi sama anak saya, saya rasakan kok enak, terus saya buat,” katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (24/11/2022).

Tempe yang digunakan tidak ia produksi sendiri, melainkan membeli di pasar.

Semua jenis tempe bisa digunakan, namun dengan kriteria tempe padat, tidak banyak ampas, dan tidak banyak raginya.�

“Saya beli yang belum jadi, saya padatkan, besoknya saya iris itu nggak remuk, saya potong itu bagus,” jelasnya.�

Setelah menemukan tempe yang pas, tempe tersebut hanya digoreng hingga kering, dan pastikan minyaknya benar-benar tiris.�

Setelah dingin, baru dicelupkan ke cokelat cair dan kemudian ditambah cokelat bubuk agar tak cepat lumer.

“Cokelatnya terasa, dan tempenya juga terasa diakhirnya, ada manis ada gurih, bisa untuk segala jenis umur, juga bisa buat bekal buat anak-anak sekolah,” kata Teniyarti.�

“Tempe kan juga sehat, cokelatnya menjaga imun, meningkatkan imun untuk menghilangkan stres, sedangkan protein sendiri tinggi protein,” imbuhnya.�

Cokelat tempe yang baru ia rintis sejak sebulan lalu ini, baru dipasarkan melalui toko-toko dan secara online.

Satu bungkus cokelat tempe seberat 100 gram, dijual dengan harga Rp 16.000 dan bisa tahan hingga 2 bulan. (*)