Otomotif

Komunitas Rubicon Buka Suara soal Video Viral Coba Terobos Wisata Bromo

otomotif, komunitas rubicon buka suara soal video viral coba terobos wisata bromo

Pasir Berbisik Gunung Bromo. Foto: Wai Yin Tan/Shutterstock

Komunitas mobil Rubicon buka suara soal video viral adu mulut antara anggotanya dengan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang viral di medsos awal pekan ini.

Ketua Umum JK Owners East Java Bambang Agus Hendroyono menyampaikan bahwa kedatangannya bersama rombongan komunitas Rubicon ke Bromo berniat untuk menghadiri acara East Java Fashion Harmony yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur pada Minggu (20/11).

“Kami mendapatkan undangan resmi dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Jatim, karena itu kami datang ke Bromo,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis (24/11).

Undangan tersebut tertuang dalam surat bernomor 431/2402 /118.7.121/2022, yang mereka terima dari UPT Laboraturium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Disbudpar Jatim.

“Setelah dapat surat ini, kami jaring anggota yang bisa, ayo ikut partisipasi karena ini ulang tahun Jatim. Dari 41 member, terpilih 19 kendaraan dan 39 anggota,” terang Bambang.

Dia menjelaskan, pihaknya tidak mendapatkan pemberitahuan oleh panitia bahwa acara diundur pada 3 Desember 2022.

Sehingga, rombongan komunitas Rubicon yang berjumlah 19 kendaraan itu berangkat ke Bromo melalui jalur Nongkojajar, Pasuruan.

Saat sampai di pintu masuk lautan pasir di Desa Wonokitri, rombongan itu diadang oleh petugas TNBTS meski telah menunjukkan tiket masuk Bromo dan undangan dari Disbudpar Jatim.

“Kami hanya melintas saja untuk menuju hotel karena saat itu sudah sore, karena jalan satu-satunya yang dekat menuju hotel hanya lewat lautan pasir, toh kami juga sudah punya tiket masuk,” ungkapnya.

Sehingga, antara pihak petugas TNBTS dan rombongan komunitas Rubicon terjadi adu mulut serta terpancing emosi.

Kemudian, petugas TNBTS mencoba mengkonfirmasi Disbudpar agar ada penjelasan dari kedua belah pihak.

Setelah itu rombongan komunitas Rubicon memilih jalan alternatif dengan memakan waktu 2,5 jam untuk sampai ke penginapan.

Saya tegaskan lagi bahwa kami tidak menerobos atau memaksa, kami sudah punya tiket yang sudah kami bayar untuk masuk ke Bromo, syarat-syarat teknis kendaraan juga kami penuhi,” tandas Bambang.

Viral di Medsos

Diberitakan sebelumnya, sebuah video viral menampilkan adu mulut antara rombongan mobil Rubicon dengan petugas di kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur tersebar di sosial media.

Dalam video itu, terlihat ada satu orang dari rombongan mobil Rubicon terlibat cekcok dengan petugas wisata Bromo.

Dari informasi yang dihimpun, penyebab adu mulut tersebut dikarenakan rombongan mobil Rubicon tidak diperbolehkan masuk oleh petugas penjaga wisata Bromo.

Video yang dibagikan oleh akun TikTok @widiandharmasingg tersebut menuliskan bahwa rombongan mobil Rubicon itu merupakan tamu undangan dari Gubernur.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Sarif Hidayat membenarkan adanya kejadian tersebut.

Sarif mengatakan bahwa kejadian itu di kawasan Pakis Binjil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan, pada Sabtu (19/11) lalu. Rombongan mobil itu ingin memasuki kawasan wisata Bromo namun diadang.

“Itu kejadian Sabtu 19 November 2022 sekitar 13.33 WIB ada rombongan kendaraan jenis Rubicon dan Land Cruiser mencoba masuk ke kawasan (laut pasir dan sekitarnya). Dan diantisipasi oleh petugas TNBTS,” ujarnya kepada kumparan, Rabu (23/11).

Menurut peraturan yang berlaku saat ini, pengunjung Bromo yang datang diminta untuk meneruskan perjalanan menggunakan motor atau mobil Jeep milik warga lokal setempat.