Otomotif

Kendaraan Konversi Konvensional Ke Listrik Akan Dapat STNK dan BPKB Baru

Kendaraan Konversi Konvensional Ke Listrik Akan Dapat STNK dan BPKB Baru

otomotif, kendaraan konversi konvensional ke listrik akan dapat stnk dan bpkb baru

Honda BeAT listrik hasil konversi nanti akan dapat STNK baru Harun/GridOto.com

Kendaraan Konversi Konvensional Ke Listrik Akan Dapat STNK dan BPKB Baru

Kendaraan motor yang mengubah alias konversi dari bahan bakar minyak ke listrik nantinya akan mendapat legalitas baru.

Gridoto / News

Hendra November 21st, 2:50 PM November 21st, 2:50 PM GridOto.com- Kendaraan motor yang mengubah alias konversi dari bahan bakar minyak ke listrik nantinya akan mendapat legalitas baru. 

Legalitas berupa STNK dan BPKB baru hasil konversi.

Kepala Korlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi menjelaskan secara administratif pada kendaraan yang dikonversi nantinya akan diberikan keterangan khusus sebagai kendaraan listrik di STNK dan BPKB.

“Polri mengusulkan atau menerbitkan stnk/bpkb barunya dalam proses konversi,” ucap Irjen Firman.

Sebagai bentuk dukungan Kakorlantas mengatakan sangat siap mendukung program ini.

“Bahkan Polda Metro Jaya sendiri sudah lebih dari 50 kendaraan yang sudah dikonversi dengan bekerja sama dengan kementerian ESDM,” kata Firman saat dilokasi.

Pihaknya saat ini menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait dengan identitas di kendaraan.

“Di STNK dan BPKB ke depan keterangannya yaitu akan CC/Kwh sudah siap, sehingga nanti tinggal tunggu saja informasi dari pemerintah pusat ketika ada pergantian baterai,” terangnya.

Apakah nanti baterainya ada nomor serinya atau motornya yang kita jadikan identitas di STNK/BPKB sebagai kepemilikan.

“Sehingga tinggal menunggu dari kementerian-kementerian yang kendaraannya akan dikonversi,” sambungnya.

Meski demikian, Firman mengimbau, kendaraan BBM yang dikonversi ke Listrik bukanlah barang hasil curian atau kejahatan.

Sebab, jika kendaraan yang dikonversi ke listrik merupakan hasil tindak pidana, maka pengesahan pada kendaraan tersebut akan sulit disahkan.

“Tentunya kami berkepentingan bahwa motor yang akan dikonversi ini tentunya tidak terlapor sebagai barang curian atau barang hilang,” tutupnya.