Otomotif

Jasad Ibu Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Ternyata Sudah Jadi Mumi, Ditemani Anak Peluk Guling

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Jasad ibu dari satu keluarga yang tewas bernama Reni Margaretha ternyata sudah mengalami mumifikasi saat ditemukan di rumahnya di Komplek Perumahan Citra Garden 1, Kalideres, Jakarta Barat.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi.

Diketahui, berdasarkan penyelidikan polisi Reni Margaertha sudah tewas sejak Mei 2022.�

Namun, jasadnya baru diketahui 6 bulan kemudian atau pada 10 November 2022.

“Jenazah ibunya (Reni Margaretha) sudah terjadi mumifikasi,” kata Kombes Hengki dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (28/11/2022).

Hengki mengungkapkan meskipun jenazah Reni Margaretha sudah mengalami mumifikasi.�

Namun, jasadnya tampak terawat.

Hal itu bisa dilihat dari alas yang menjadi tempat korban untuk berbaring.�

Menurut Hengki, kasur yang menjadi alas tidur Reni berbaring tampak rapi.

“Terlihat terawat. Alas tidurnya rapi, kasurnya rapi. Ada kain yang menjadi alas tidur jenazah ibunya,” ucap Hengki.

Adapun saat ditemukan, jenazah Reni Margaretha tidak sendiri.�

Ada anak korban bernama Dian Febbyana yang berada dalam satu kamar yang sama.

Hanya, saat ditemukan Dian yang berada di samping ibunya tidak berada di kasur bersama Reni Margaretha. Melainkan, Dian berada di bawah tempat tidur atau lantai.

Selain itu, Hengki mengatakan, posisi kamar yang mereka tempati kondisinya pada saat ditemukan juga terkunci dari dalam.

“Jenazah Dian ada di sebelahnya sambil memeluk guling. Dan kamar dikunci dari dalam,” ujar Hengki.

Kasus penemuan�satu keluarga meninggal dunia itu terungkap ke publik ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis, 11 Oktober 2022, sekitar pukul 18.00 WIB.

Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres�soal�temuan bau busuk itu.

�Selanjutnya bersama polisi, ketua RT akhirnya memaksa masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat berstatus suami, istri, anak dan ipar. Mereka ditemukan di tiga ruangan berbeda.

Rinciannya, korban Rudyanto Gunawan (71) ditemukan dalam posisi tertidur di atas kasur di kamar belakang.

Kemudian, istri Rudyanto bernama Margaretha Gunawan (68) ditemukan di kamar depan dalam posisi tertidur di atas kasur.

Di kamar yang sama juga ditemukan jasad anak dari Rudyanto-Margaretha bernama Dian (40), tetapi letaknya di lantai.

Terakhir, yakni ipar dari Rudyanto bernama Budyanto Gunawan yang ditemukan dalam posisi terlentang di sofa ruang tamu.

3 Keanehan Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres: Hidup Mati Bersama Mayat hingga Jual Isi Rumah

Kasus satu keluarga yang tewas misterius di Perumahan Citra Garden 1,�Kalideres, Jakarta Barat�menyimpan banyak keanehan.

Adapun keanehan demi keanehan itu terungkap setelah tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya melakukan serangkaian penyelidikan.

Terbaru, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa salah satu dari keempat korban yaitu Reni Margareta ternyata sudah meninggal sejak 13 Mei 2022.

Padahal, kasus�satu keluarga tewas�membusuk di Kalideres, Jakarta Barat, itu ditemukan warga sekitar bersama pihak kepolisian pada 10 November 2022.

Berikut ini disarikan�KOMPAS.TV�dari berbagai sumber perihal�sejumlah keanehan dalam kasus kematian satu keluarga di Kalideres yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian

Hidup dan Mati Bersama Mayat

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengungkapkan bau busuk di rumah satu keluarga yang diduga berasal dari mayat itu ternyata sudah tercium sejak Mei 2022.

Adalah mediator dan dua pegawai koperasi simpan pinjam yang kali pertama mencium aroma bau busuk tersebut. Bahkan mereka sempat masuk ke dalam rumah itu.

Ketiga saksi mata itu masuk ke rumah tersebut karena salah satu korban, Budiyanto Gunawan berencana menggadaikan sertifikat rumah.

Ia menghubungi mediator yang biasa melakukan transaksi jual beli rumah, dan minta dicarikan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah.

Setelah menemukan koperasi simpan pinjam, mediator tersebut mengajak dua pegawai koperasi� ke rumah korban pada 13 Mei 2022.

“Pada saat datang diterima oleh almarhum Budiyanto, begitu membuka gerbang sudah tercium bau busuk yang luar biasa pada bulan Mei, 13 Mei,” kata Hengki di Jakarta pada Senin (21/11/2022).

Selanjutnya, mereka meminta bertemu dengan pemilik rumah sesuai nama yang tertera di sertifikat, yaitu Reni Margareta. Pegawai koperasi simpan pinjam itu lalu diajak masuk oleh Dian yang saat itu masih hidup ke kamar ibunya.

�Begitu pintu kamar dibuka, pegawai ini masuk, di mana ‘ibunya, ini lagi tidur tapi jangan dinyalakan lampu karena ibu saya sensitif terhadap cahaya,” ujar Hengki menirukan ucapan Dian.

Tanpa sepengetahuan Dian, salah satu pegawai koperasi simpan pinjam itu lalu menyalakan senter di ponselnya. Ia pun dikejutkan dengan kondisi Reni Margareta yang ternyata sudah jadi mayat.

“Begitu dilihat langsung yang bersangkutan teriak takbir Allahuakbar, ini sudah mayat, pada tanggal 13 Mei,” ujar Hengki.

Kepada pegawai koperasi yang kaget itu, kata Hengki, Dian sempat mengatakan bahwa ibunya yang terbaring di tempat tidur itu masih hidup.

Bahkan, Dian mengaku masih memberikan ibunya minum berupa susu hingga�setia menyisiri rambut jenazah ibunya yang mulai rontok.

Jual Isi Rumah

Keanehan berikutnya ialah adanya upaya Budyanto yang menjual barang-barang isi rumah tersebut. Selain menjual mobil Honda Brio, Budiyanto juga menjual barang-barang elektronik lainnya.�

Hengki menjelaskan, tim penyidik kepolisian menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut.

“Salah satu penghuni, ternyata yang bersangkutan pernah menghubungi salah satu nomor, ini terkait dari penjualan barang-barang yang ada di rumah,” ujar Hengki.

“Apakah itu mobil, kendaraan, kemudian penjualan AC, kulkas, blender, hingga TV.”

Pihak kepolisian juga telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang-barang tersebut.

Atas dasar keterangan dan temuan penyidik itulah, kata Hengki, maka penyebab kematian satu keluarga tersebut bukanlah karena perampokan.

Pesan Emosi di Ponsel Korban

Keanehan lainnya ialah polisi menemukan bahwa dua dari keempat anggota keluarga tersebut saling berkirim pesan lewat ponsel.�

Hengki mengungkapkan dalam pesan tersebut banyak mengandung kata-kata tentang emosi dan bersifat negatif. Pesan itu diketik dengan susunan kalimat yang tertata.�

“Kata-katanya sangat rapi, terlihat berpendidikan, ada Bahasa Inggris di sela-sela tulisan tersebut,” ujar Hengki.

“Jadi belum dapat disimpulkan, lagi di analisis tim ahli dari psikologi forensik.”

Kompastv: Jasad Ibu Satu Keluarga yang Tewas di Kalideres Ternyata Sudah Jadi Mumi, Ditemani Anak Peluk Guling