Menemukan

Ini Dia Jalur Alternatif Kendaraan Bertonase Besar yang Ingin Pergi ke Gunungkidul

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Jalan utama Yogya-Wonosari selama dua pekan kedepan dilarang untuk dilalui kendaraan bertonase besar.

Kendaraan yang diperbolehkan melintas hanya roda dua dan kendaraan pribadi yang bertonase rendah.

Kebijakan ini diambil setelah digelar rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah pihak menindaklanjuti bencana longsor di jalan utama Yogya-Wonosari, tepatnya di kawasan Bukit Bintang.

Untuk kendaraan yang bertonase besar atau di atas 10 ton, dinas perhubungan dan kepolisian mengarahkan untuk melewati jalur utara atau lewat Klaten.

Ada dua jalur alternatif yang bisa dilalui yakni�Wonosari-Karangmojo-Semin-Sambeng-Cawas-Pedan-Klaten-Yogya dan�Wonosari-Karangmojo-Semin-Pandanan-Watukelir-Cawas-Klaten-Yogya.

Sementara 2 jalur lainnya diperuntukkan sebagai alternatif bagi roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil). Masing-masing berada di utara dan selatan.

Jalur utara melewati Wonosari-Sambipitu-Nglanggeran-Sorogeduk/Sumberejo-Yogya.

Jalur selatan melewati Wonosari-Playen-Dlingo-Imogiri-Yogya.

Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Antonius Purwanta menjelaskan pengalihan arus ini berlaku bagi kendaraan dengan muatan besar.

“Jadi Jalan Yogya-Wonosari, khususnya Bukit Bintang, tetap dibuka, tapi hanya untuk muatan rendah,” jelas Purwanta dihubungi pada Kamis (10/11/2022).

Kendaraan muatan rendah ini meliputi sepeda motor dan mobil pribadi. Sedangkan untuk kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton, tidak diperkenankan lewat Bukit Bintang.

Menurut Purwanta, kesepakatan ini diambil demi memaksimalkan proses perbaikan titik longsor di Jalan Yogya-Wonosari dekat Bukit Bintang. Adapun saat ini prosesnya masih dilakukan.

“Sebab kalau kendaraan besar tetap lewat situ, dikhawatirkan proses perbaikannya bisa lebih lama,” ujarnya.

Purwanta mengatakan pengalihan jalur ini akan berlangsung setidaknya selama 2 minggu ke depan. Hingga perbaikan benar-benar rampung dan jalan kembali aman dilewati.

Ia pun berharap pengguna jalan memaklumi kondisi tersebut. Sekaligus memanfaatkan jalur alternatif lain demi mengurai kepadatan di Jalan Yogya-Wonosari yang jadi jalur utama.

“Pengendara diharapkan tetap tertib dan sabar, apalagi di titik longsor itu jalannya hanya separuh yang bisa dilewati,” kata Purwanta.

Sementara Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto menyampaikan setidaknya ada 4 jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan yang ingin ke Gunungkidul atau sebaliknya.

Kendaraan tonase di bawah 10 ton diarahkan lewat jalur Wonosari-Karangmojo-Semin-Sambeng-Cawas-Pedan-Klaten-Yogya.

Sedangkan kendaraan tonase di atas 10 ton bisa melewati jalur Wonosari-Karangmojo-Semin-Pandanan-Watukelir-Cawas-Klaten-Yogya.

Sementara 2 jalur lainnya diperuntukkan sebagai alternatif bagi roda dua (sepeda motor) dan roda empat (mobil). Masing-masing berada di utara dan selatan.

Jalur utara melewati Wonosari-Sambipitu-Nglanggeran-Sorogeduk/Sumberejo-Yogya. Jalur selatan melewati Wonosari-Playen-Dlingo-Imogiri-Yogya.

“Pengalihan jalur ini dilakukan berdasarkan hasil survei dan kesepakatan sejumlah pihak terkait,” kata Suryanto.(tribunjogja/alx)