Otomotif

Indonesia Kekurangan Mekanik Konversi Motor Listrik

otomotif, indonesia kekurangan mekanik konversi motor listrik

BBSP KEBTKE menjelaskan keterbatasan personel teknisi menjadi salah satu penyebab belum rampungnya target konversi motor listrik tahun ini.

Depok: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diketahui memiliki program konversi 1.000 motor listrik hingga akhir tahun ini. Sayangnya, target dari program tersebut urung tercapai hingga akhir tahun ini.

Kementerian ESDM merencanakan akan melakukan konversi sebanyak 1.000 unit motor pada tahun 2022, dimana sebanyak 800 dilakukan oleh PT. Pertamina dan PT. PLN, dan 200 sisanya dari Balai Besar Survei dan Pengujian Ketenagalistrikan Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (BBSP KEBTKE). Sayangnya, BBSP KEBTKE baru memproduksi sekitar 150, sehingga masih kurang 50 motor konversi hingga akhir tahun ini.

Juru Penerang sekaligus Teknisi Konversi Motor Listrik BBSP KEBTKE, Bambang Kusworo, menjelaskan keterbatasan personel teknisi menjadi salah satu penyebab belum rampungnya target produksi tahun ini, di samping teknisi BBSP KEBTKE masih mengerjakan kegiatan sosialisasi serta menjadi pengajar pada pelatihan konversi motor listrik.

“Di samping itu, kendala lain adalah dalam pengadaan unit motor yang akan dikonversikan menjadi motor listrik,” terang Bambang melalui keterangan resminya.

BBSP KEBTKE membuka Pelatihan Teknis Konversi Motor BBM menjadi Motor Listrik yang diperuntukkan bagi bengkel motor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara gratis. Sehingga dari pelatihan ini, diharapkan akan mengerek produksi konversi motor listrik ke depan.

“Persyaratan bengkel peserta pelatihan harus memiliki peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik, memiliki peralatan tangan dan peralatan bertenaga, memiliki fasilitas keamanan dan keselamatan kerja, serta berlokasi di Jabodetabek,” terang Bambang.