Menemukan

Hilangnya Burung Migran Layang-layang Asia dari Simpang Gondomanan Yogya

menemukan, pengalaman, hilangnya burung migran layang-layang asia dari simpang gondomanan yogya

Burung migran layang-layang asia sedang bermigrasi di sebuah pohon di Yogyakarta. Foto: Dok. PPBJ

Selama bertahun-tahun, kawasan simpang Gondomanan hingga Hotel Melia Purosani telah menjadi tempat persinggahan burung migran jenis layang-layang asia (Hirundo rustica) yang datang dari belahan bumi utara untuk menghindari musim dingin yang ekstrem. Tapi tahun ini tamu jauh itu tak lagi singgah di kawasan Gondomanan.

Hal itu diungkapkan oleh Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) setelah mereka melakukan pengamatan burung migran di kawasan tersebut pada Minggu, 2 Oktober kemarin bertepatan dengan Hari Batik Nasional.

Koordinator PPBJ, Nicosius Liontino Alieser, mengatakan musim migrasi tahun ini tak ditemukan lagi burung layang-layang asia yang beristirahat di kawasan tersebut. Padahal, tahun-tahun sebelumnya kawasan Gondomanan menjadi tempat singgah utama burung-burung mungil itu.

Persebarannya dari simpang Gondomanan sampai ke Hotel Melia Purosani di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo, bahkan sebagian sampai ke kawasan toko Progo dan Pasar Beringharjo.

“Tapi tahun ini di Gondomanan sama sekali enggak ada,” kata Nicosius Liontino Alieser saat dihubungi Pandangan Jogja @Kumparan, Kamis (6/10).

menemukan, pengalaman, hilangnya burung migran layang-layang asia dari simpang gondomanan yogya

Burung migran layang-layang asia sedang beristirahat di kabel-kabel yang melintas di kawasan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Foto: Dok. PPBJ

Tahun ini, persebaran burung migran layang-layang asia menurut Nico hanya terdapat di kawasan Titik Nol Kilometer ke barat hingga ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Tahun lalu, kawasan ini juga menjadi tempat singgah burung-burung tersebut, bedanya tahun lalu mereka juga masih banyak tersebar di kawasan Gondomanan.

“Kami juga cukup terkejut, di kawasan Gondomanan malah enggak ada,” lanjutnya.

Mereka menduga, bergesernya burung-burung migran dari simpang Gondomanan ini karena pepohonan yang terdapat di sepanjang Jalan Mayor Suryotomo kini sudah ditebang semua. Hal itu mengakibatkan tempat istirahat mereka berkurang sehingga mereka bergeser ke barat di kawasan Titik Nol Kilometer.

“Kemungkinan karena sekarang pohon-pohon di kawasan Gondomanan sudah enggak ada, makanya mereka pergi,” kata dia.

menemukan, pengalaman, hilangnya burung migran layang-layang asia dari simpang gondomanan yogya

Kegiatan Jogja Bird Walk pada Sabtu (2/10) di depan PKU Muhammadiyah, Jogja. Foto: Danang Bakti K

Namun hal ini sebenarnya bukan hal yang baru. Menurut Nico, berdasarkan peta persebaran burung layang-layang asia di Yogya, pada sekitar tahun 1990-an, tempat singgah utama burung layang-layang asia di Yogya memang ada di kawasan PKU Muhammadiyah Yogya sampai ke Titik Nol Kilometer.

Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai bergeser ke timur hingga selama beberapa tahun mereka justru lebih banyak beristirahat di kawasan Gondomanan.

“Jadi bisa dikatakan mereka kembali lagi ke tempatnya yang dulu, yaitu di kawasan PKU Muhammadiyah sampai ke Titik Nol Kilometer,” kata Nicosius Liontino Alieser.

Selain bergesernya persebaran layang-layang asia, para pengamat juga menemukan bahwa jumlah populasi burung ini mengalami penurunan ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2021, mereka mencatat ada sekitar 23.000 burung layang-layang asia yang bermigrasi di kawasan tersebut, namun tahun ini mereka hanya mencatat sebanyak 8.305 individu di kawasan tersebut.

“Dugaan kuat kami ini disebabkan karena perubahan iklim,” tegasnya.